MENGAPA AIR BERSIH DAN SANITASI LAYAK ITU PENTING?

Masalah air bersih merupakan hal yang sangat penting dan masih menjadi permasalahan besar di sebagian wilayah di Indonesia. Manusia tak dapat hidup tanpa air, dimana setiap hari kita membutuhkan air bersih untuk kebutuhan minum, masak, mandi, mencuci dan lain sebagainya. Untuk memperoleh air bersih, kita juga harus memperhatikan sanitasi yang layak. Air bersih dan sanitasi yang layak dapat mencegah kejadian infeksi berulang, mencegah diare, mencegah penyakit yang disebabkan oleh racun tinja serta dapat mencegah kekurangan nutrisi dan stunting.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menggiatkan penggunaan air bersih dan sanitasi yang layak. Upaya tersebut  yaitu dengan mensosialisasikan masyarakat untuk membuang air besar dan kecil di toilet/WC, mencuci tangan dengan sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah (limbah padat) rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Penyediaan dan pengelolaan air bersih di rumah tangga dapat dilakukan dengan selalu mengolah air sebelum dikonsumsi. Setelah itu, air minum yang telah diolah kemudian disimpan di dalam wadah yang tertutup serta dibersihkan secara rutin.
Sumber : https://pekunden.kec-kutowinangun.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/187

Pengertian Sanitasi: Arti, Ruang Lingkup, Tujuan, dan Manfaatnya

Apa yang dimaksud dengan sanitasi (sanitation). Secara umum, pengertian sanitasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan dan menjamin kondisi lingkungan (terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air, dan udara) yang memenuhi syarat-syarat kesehatan.

Pendapat lain mengatakan arti sanitasi adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, terutama penyediaan air minum bersih dan pembuangan limbah yang memadai. Sanitasi dapat membantu mencegah timbulnya penyakit dengan cara pengendalian faktor-faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan rantai penularan penyakit.

Pengertian Sanitasi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti sanitasi, maka kita bisa merujuk kepada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Edward Scoot Hopkins

Menurut Edward Scoot Hopkins (1983), pengertian sanitasi adalah cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan.

2. Richard Sihite

Menurut Richard Sihite (2000:4), pengertian sanitasi adalah suatu usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.

3. Azrul Azwar

Menurut Azrul Azwar MPH, arti sanitasi adalah cara pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

4. World Health Organization (WHO)

Menurut WHO, pengertian sanitasi adalah pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia yang dapat menimbulkan akibat buruk terhadap kehidupan manusia, baik fisik maupun mental.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, arti sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat

Ruang Lingkup Sanitasi

Ruang Lingkup Sanitasi

Sanitasi berhubungan dengan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia, serta pemeliharaan kondisi higienis melalui pengelolaan sampah dan limbah cair.

Mengacu pada pengertian sanitasi di atas, adapun beberapa hal yang termasuk dalam ruang lingkup sanitasi adalah sebagai berikut:

Tujuan Sanitasi Secara Umum

Pada dasarnya sanitasi bertujuan untuk menjamin kebersihan lingkungan manusia sehingga terwujud suatu kondisi yang sesuai dengan persyarakat kesehatan. Selain itu, sanitas juga bertujuan untuk mengembalikan, memperbaiki, dan mempertahankan kesehatan manusia.

Dengan terwujudnya kondisi lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan maka proses produksi akan semakin baik dan menghasilkan produk yang sehat dan aman bagi manusia. Secara umum, berikut ini adalah contoh tindakan sanitasi lingkungan:

Manfaat Sanitasi Bagi Manusia

Sanitasi memberikan banyak manfaat bagi lingkunan manusia, khususnya lingkungan fisik; tanah, air, dan udara. Secara singkat, berikut ini adalah beberapa manfaat sanitasi bagi kehidupan manusia:

Apa yang dimaksud dengan sanitasi (sanitation). Secara umum, pengertian sanitasi adalah suatu upaya yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan dan menjamin kondisi lingkungan (terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air, dan udara) yang memenuhi syarat-syarat kesehatan.

Pendapat lain mengatakan arti sanitasi adalah suatu kondisi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, terutama penyediaan air minum bersih dan pembuangan limbah yang memadai. Sanitasi dapat membantu mencegah timbulnya penyakit dengan cara pengendalian faktor-faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan rantai penularan penyakit.

Dengan kata lain, sanitasi adalah perilaku manusia yang disengaja untuk membudayakan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk mencegah manusia terkontaminasi langsung dengan bahan-bahan kotor dan berbahaya dengan harapan bisa menjaga dan memperbaiki tingkat kesehatan manusia.

Pengertian Sanitasi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti sanitasi, maka kita bisa merujuk kepada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Edward Scoot Hopkins

Menurut Edward Scoot Hopkins (1983), pengertian sanitasi adalah cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan.

2. Richard Sihite

Menurut Richard Sihite (2000:4), pengertian sanitasi adalah suatu usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.

3. Azrul Azwar

Menurut Azrul Azwar MPH, arti sanitasi adalah cara pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

4. World Health Organization (WHO)

Menurut WHO, pengertian sanitasi adalah pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia yang dapat menimbulkan akibat buruk terhadap kehidupan manusia, baik fisik maupun mental.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, arti sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat

Ruang Lingkup Sanitasi

Ruang Lingkup Sanitasi

Sanitasi berhubungan dengan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia, serta pemeliharaan kondisi higienis melalui pengelolaan sampah dan limbah cair.

Mengacu pada pengertian sanitasi di atas, adapun beberapa hal yang termasuk dalam ruang lingkup sanitasi adalah sebagai berikut:

Tujuan Sanitasi Secara Umum

Pada dasarnya sanitasi bertujuan untuk menjamin kebersihan lingkungan manusia sehingga terwujud suatu kondisi yang sesuai dengan persyarakat kesehatan. Selain itu, sanitas juga bertujuan untuk mengembalikan, memperbaiki, dan mempertahankan kesehatan manusia.

Dengan terwujudnya kondisi lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan maka proses produksi akan semakin baik dan menghasilkan produk yang sehat dan aman bagi manusia. Secara umum, berikut ini adalah contoh tindakan sanitasi lingkungan:

Manfaat Sanitasi Bagi Manusia

Sanitasi memberikan banyak manfaat bagi lingkunan manusia, khususnya lingkungan fisik; tanah, air, dan udara. Secara singkat, berikut ini adalah beberapa manfaat sanitasi bagi kehidupan manusia:

Sanitasi lingkungan dalam Al-Qur’an

Sanitasi lingkungan merupakan salah satu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui pengendalian faktor lingkungan fisik khususnya hal-hal yang mempunyai dampak merusak perkembangan fisik kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Usaha sanitasi lingkungan menurut Kusnoputranto adalah usaha kesehatan yang menitikberatkan pada usaha pengendalian faktor lingkungan fisik yang mungkin menimbulkan dan menyebabkan kerugian dalam perkembangan fisik, kesehatan dan daya tahan hidup manusia. maka dari itu perlunya pendidikan sanitasi dimasyarakat demi menjaga kelangsungan hidup manusia.

di dalam sisi yang lain sebagai umat muslim tentunya memiliki dasar dalam menjaga dan kesetabilan kosep lingkungan, untuk itu penelitian ini terfokus dengan judul “Sanitasi lingkungan Dalam Al-Qur’an, dengan rumusan masalah, pertama, Bagaimana pandangan Al-Qur’an terhadap Sanitasi Lingkungan, dan kedua ,Dampak Sanitasi Lingkungan terhadap lingkungan ?
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Dengan sumber primernya beberapa karya tafsir Ayat-ayat Al-Qur’an tentang sanitasi lingkungan. Data Sekundernya berupa literatur lainnya yang relevan dan yang mendukung dengan judul di atas. Teknik analisis data peneliti ini menggunakan analisis data kualitatif diskriftif Dengan Metode pendekatan tafsir yang dipakai ialah metode tafsir maudu’ī.


Dengan pendekatan metodologi tersebut, penulis menemukan beberapa penemuan bahwa sanitasi menurut al-Qur’an mempunyai dua klasifikasi yakni pemeliharaan lingkungan dan pemanfaatannya. Sanitasi menjadi penyeimbang (balance) ekosistem juga merupakan upaya penyehatan fisik maupun lingkungan. Jika sanitasi tidak dilakukan dengan baik, maka akan menimbulkan beberapa penyakit seperti diare, typus, polio, cacingan,dan lainya. Penelitian ini sekaligus menjawab problem kontemporer terkait dengan ekoteologis terutama persoalan lingkungan.

Sumber : http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2835/

Permasalahan Sanitasi

Permasalahan Ada beberapa jenis permasalahan dasar yang terkait dengan sistem pengelolaan sanitasi, yaitu: akses dan kualitas pengelolaan yang rendah, kelembagaan yang belum efektif dan efisien termasuk belum lengkapnya peraturan perundang-undangan yang terkait, terbatasnya alternatif pendanaan pembangunan, dan rendahnya peran masyarakat dan swasta. Persoalan Akses dan KualitasBerdasarkan data Susenas, untuk fasilitas sanitasi, pencapaian Indonesia sempat meningkat tinggi dari tahun 1992 (30,9%) sampai dengan tahun 1998 (64,9%), dimana dalam enam tahun terjadi peningkatan sebanyak tiga kali lipat. Walaupun demikian, sejak tahun 1998 pertumbuhan akses ini melambat, bahkan sempat menurun di tahun 2000 (62,7%) dan 2002 (63,5%) karena tingkat pertumbuhannya tidak sebanding dengan tingkat pertumbuhan penduduk. Data terakhir untuk tahun 2004, proporsi rumah tangga yang memiliki akses pada fasilitas sanitasi yang layak, artinya menggunakan tangki septic atau lubang sebagai tempat pembuangan akhir mencapai dua pertiga dari seluruh rumah tangga di Indonesia (67,1%).

Dari data di atas, tampaknya akses masyarakat pada fasilitas sanitasi yang layak cukup tinggi, sayangnya tingkat aksesibilitas ini tidak memperhitungkan kepemilikian atau tingkat penggunaan jamban itu sendiri. Padahal, menurut definisi dari UN-HABITAT, jamban yang layak sebaiknya digunakan oleh jumlah orang yang terbatas. Data tersebut juga belum menjelaskan kualitas jamban, apakah berfungsi dengan baik, apakah sesuai dengan peruntukannya, dan apakah sesuai dengan standar kesehatan maupun teknis yang telah ditetapkan.Persoalan Kelembagaan Pemerintah Daerah yang menjadi garda terdepan pengelolaan air limbah (sanitasi) masih belum dilengkapi dengan kebijakan dan pengaturan soal organisasi dan tata kerja institusi atau lembaga yang bertugas mengelola prasarana dan sarana yang ada. Perangkat pengaturan masih jauh dari operasional sehingga pengelolaan, terutama pemeliharaan, prasarana dan sarana menjadi terbatas. Lebih jauh lagi, data-data yang reliable dan valid atas prasarana dan sarana air limbah sangat terbatas sehingga sulit untuk melakukan identifikasi kebutuhan peningkatan pelayanan.

Persoalan Perhatian, Pendanaan, dan Dampak Lingkungan Minimnya kepedulian pemerintah dan wakil rakyat akan persoalan sanitasi tercermin dari alokasi anggaran yang sangat sedikit untuk pembangunan fasilitas sanitasi dasar. Padahal, bahaya kerusakan lingkungan dan menurunnya kualitas air baku karena kurangnya perhatian pada masalah sanitasi dapat menyebabkan upaya perbaikan yang 10 kali lebih mahal daripada biaya pencegahannya. Perhatian yang terbatas kepada air limbah juga ditandai dengan keterbatasan pilihan teknologi alternatif sehingga aplikasinya pada masalah dan lingkungan yang beragam, misalnya untuk jenis buangan padat dan cair, dari kawasan industri maupun rumah tangga, menjadi jauh dari optimal. Penyakit seperti diare dan malariapun biasa muncul pada daerah dengan sanitasi buruk.

Data dari survey sumur dangkal di Jakarta menyatakan bahwa 84% dari sample menunjukkan adanya pencemaran terhadap air tanah (Laporan Pencapaian MDG Indonesia 2004).Persoalan Kesadaran MasyarakatSanitasi juga masih menjadi masalah pelik, terutama di daerah perdesaan, karena rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Hal ini menyebabkan banyaknya jamban yang tidak digunakan sebagaimana mestinya karena ketidakmengertian masyarakat. Sayangnya LSM yang bergerak di bidang sanitasi masih sangat sedikit. Keterlibatan dan komitmen pemangku-kepentingan (stakeholder) termasuk pemerintah, para wakil rakyat, dunia usaha, dan warga masih jauh dari kemampuan untuk bersama-sama berembug dan bertindak sesuai kesepakatan peran dan kewajiban untuk mengelola air limbah.

Sumber : http://www.ampl.or.id/digilib/read/Permasalahan-Sanitasi/4994

Sanitasi

Sanitasi adalah sebuah bidang yang membahas fasilitas dan pelayanan untuk membuang kotoran manusia seperti feses dan urin dengan aman. Sistem sanitasi yang baik melindungi kesehatan masyarakat dengan mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya. Sanitasi juga mempromosikan mencuci tangan dengan sabun sebagai bagian dari higenitas.

Tujuan sanitasi adalah melindungi kesehatan manusia dengan menyediakan lingkungan yang bersih yang akan menghentikan penularan penyakit, terutama melalui jalur fekal–oral. Diare, sebagai salah satu penyebab utama malnutrisi dan hambatan pertumbuhan pada anak, dapat dikurangi melalui sanitasi yang memadai. Ada banyak penyakit yang mudah menular apabila masyarakat hidup dengan tingkat sanitasi yang rendah, seperti askariasis (salah satu jenis cacingan), kolera, hepatitis, poliomielitis, schistosomiasis, dan trakoma.

Hak asasi manusia atas air dan sanitasi diakui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2010. Sanitasi merupakan prioritas pembangunan internasional dan menjadi subjek Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6. Kurangnya akses terhadap sanitasi tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada martabat manusia dan keselamatan pribadi.

Beberapa “tingkat” sanitasi digunakan untuk membandingkan penerapan sanitasi di dalam suatu negara atau di antara sejumlah negara. Tangga sanitasi yang ditetapkan Program Pemantauan Bersama (JMP) pada tahun 2016 dimulai dari buang air besar sembarangan dan terus meningkat ke atas dengan menggunakan istilah “tidak baik”, “terbatas”, “dasar”, dan tingkat tertingginya adalah “dikelola dengan aman”. Istilah-istilah ini terutama digunakan untuk menjelaskan penerapan sanitasi di negara-negara berkembang.

Definisi

Kata Sanitasi berasal dari bahasa Latin, yaitu sanitas yang artinya sehat. Ada berbagai macam penggunaan istilah “sanitasi” baik oleh negara maupun organisasi. Ada istilah “sanitasi lingkungan” yang mengacu pada pengaturan semua variabel fisik yang mungkin berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan manusia. 

Di Indonesia, sanitasi memiliki beberapa definisi, misalnya sebagai segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara itu, beberapa definisi lainnya menitikberatkan pada pemutusan mata rantai patogen dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.

Definisi sanitasi di Indonesia

Sanitasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai suatu usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Dalam ilmu terapan, sanitasi diartikan penciptaan dan pemeliharaan kondisi-kondisi higienis dan sehat. Menurut Kementerian Kesehatan RI, sanitasi merupakan upaya kesehatan melalui cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subyeknya. Misalnya menyediakan air yang bersih untuk keperluan mencuci tangan, menyediakan tempat sampah untuk mewadahi sampah agar tidak dibuang sembarangan.

Definisi sanitasi di tingkat internasional

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa, “Sanitasi pada umumnya merujuk kepada penyediaan sarana dan pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia seperti urin dan feses. Istilah ‘sanitasi’ juga mengacu kepada pemeliharaan kondisi higienis melalui upaya pengelolaan sampah dan pengolahan limbah cair.”

Menurut Water Supply and Sanitation Collaborative Council (Dewan Kerjasama Sanitasi dan Suplai Air), sanitasi merupakan pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pembuangan atau penggunaan kembali limbah, seperti limbah kotoran, air limbah, dan limbah padat, dan promosi kebersihan terkait. Melalui definisi ini, promosi kebersihan atau higiene dianggap sebagai komponen penting dari sanitasi. 

Definisi lain dapat ditemukan dalam panduan Departemen Pembangunan Internasional tentang program suplai air dan sanitasi, yang diterbitkan pada tahun 1998, di mana Istilah “sanitasi” digunakan sendiri dalam buku pegangan ini untuk merujuk pada pembuangan kotoran manusia yang tepat. Ini juga mencakup pemanfaatan kembali dan pembuangan akhir kotoran manusia. 

Pada kamus Lexico, sanitasi didefinisikan sebagai kondisi kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan penyediaan air minum yang bersih serta pengolahan dan pembuangan kotoran manusia dan air limbah.

Di negara-negara terbelakang, selain tindakan yang tercakup dalam konsep sanitasi yang telah disebutkan, sanitasi juga biasanya mencakup drainase, pengelolaan limbah padat, dan pengendalian vektor. Sanitasi termasuk di dalamnya empat prasarana teknologi (walaupun sering kali hanya yang pertama yang berkaitan erat dengan istilah ‘sanitasi’): Pengelolaan kotoran manusia (feces), sistem pengelolaan air limbah (termasuk instalasi pengolahan air limbah), sistem pengelolaan sampah, sistem drainase atau disebut juga dengan pengelolaan limpahan air hujan.

Tujuan

Peta sebaran air minum yang aman (2016)

Tujuan umum dari sanitasi adalah untuk memberikan lingkungan hidup yang sehat bagi semua orang, menjaga sumber daya alam (seperti air permukaan, air tanah, dan tanah), dan memberikan keselamatan, keamanan, dan martabat kepada orang-orang ketika mereka buang air besar atau kecil.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui Hak Asasi Manusia atas Air dan Sanitasi pada tahun 2010. Perjanjian-perjanjian ini membahas mengenai hak asasi manusia, deklarasi, dan standar lainnya, serta yang telah menerima dalam hukum internasional. Itu berasal dari hak asasi manusia untuk standar hidup yang memadai.

Sistem sanitasi efektif menciptakan penghambat oleh apabila manusia tidak memutus siklus penularan penyakit (misalnya dalam kasus penyakit yang ditularkan melalui tinja).F-diagram menggambarkan aspek ini, dengan semua saluran utama penularan penyakit fecal-oral dimulai dengan huruf F: kotoran (feces), jari (fingers), lalat (flies), cairan (fluids), dan makanan (food).

Sanitasi masyarakat membutuhkan perhatian dan evaluasi dengan cermat pada keseluruhan sistem, tidak hanya komponen teknis seperti toilet, pengelolaan lumpur tinja, dan instalasi pengolahan air limbah. Pengalaman pengguna, sistem pengumpulan kotoran dan air limbah, pengangkutan dan pengolahan limbah, dan penggunaan kembali atau pembuangan semuanya merupakan bagian dari “rantai sanitasi”.

Sistem dan tekonologi sanitasi

Menurut jenis perangkat, perangkat sanitasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu perangkat keras fisik (seperti jamban dan saluran pembuangan) dan perangkat lunak (peraturan dan promosi kebersihan) yang diperlukan untuk mengurangi penularan penyakit fekal-oral. Di samping fakta bahwa pengolahan air limbah juga termasuk bagian dari sanitasi, kedua istilah ini sering kali ditulis berdampingan seperti “pengelolaan sanitasi dan air limbah”.

Sistem sanitasi kerap berhubungan atau terkait dengan sistem-sistem lainnya sehingga muncul istilah sanitasi yang bervariasi seperti sanitasi berkelanjutan, sanitasi lingkungan, sanitasi setempat, sanitasi ekologis, sanitasi (toilet) kering, sanitasi total berbasis masyarakat, dan sanitasi darurat.

Sistem sanitasi mencakup pengumpulan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan atau penggunaan kembali kotoran (baik manusia atau hewan) dan air limbah (baik yang berasal dari rumah tangga, industri, atau pertanian). Saat digunakan kembali, pengelola sistem sanitasi dapat berfokus pada nutrisi, air, energi, atau bahan organik yang terkandung dalam kotoran dan air limbah. Hal ini disebut sebagai “rantai nilai sanitasi” atau “ekonomi sanitasi”. Orang-orang yang bertanggung jawab untuk membersihkan, memelihara, atau mengoperasikan teknologi sanitasi pada setiap langkah rantai sanitasi disebut sebagai pekerja sanitasi.

Hubungan sanitasi dan kesehatan

Sanitasi memiliki hubungan yang erat dengan bidang kesehatan. Sarana dan prasarana sanitasi yang tidak layak dapat berpengaruh pada penyebaran penyakit seperti diare dan kolera melalui beberapa jalur penularan yang dikenal dengan 5F. Jalur penularan tersebut adalah dari Feces(kotoran manusia) masuk ke pencernaan manusia melalui 1) Fluids (air atau cairan), 2) Fields (tanah), 3) Flies (lalat), 4) Fingers (tangan), dan 5) Foods(makanan).

Badan kesehatan dunia menyatakan bahwa sanitasi dan mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi angka kesakitan diare sebanyak 37,5% dan 35%. Beberapa studi juga menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi dan kasus diare pada anak. Intervensi sanitasi dapat menurunkan kejadian diare pada balita sebesar 12,9%. Angka ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan intervensi air bersih yang hanya mencapai 7,3%. Dampak dari intervensi sanitasi sayangnya tidak terlihat dalam jangka waktu singkat. Kurangnya sarana dan prasarana sanitasi juga berdampak pada masalah kesehatan lainnya seperti infeksi trakhoma dan kecacingan.

Di samping dampak langsung pada kesehatan, kurangnya akses terhadap sarana sanitasi dapat secara tidak langsung berdampak pada kesehatan ibu dan anak dan kasus kekurangan gizi pada anak. Dampak tidak langsung lainnya adalah kesulitan bagi kaum perempuan terkait dengan upaya mendapatkan privasi dan layanan higiene menstruasi (haid bulanan), yang juga berdampak pada tingkat kehadiran siswa perempuan di sekolah.

Hubungan sanitasi dan air

Air dan sanitasi merupakan komponen vital dalam kehidupan. Lingkungan akan menjadi kotor, pepohonan akan musnah, dan persediaan air secara alami akan berkurang kuantitas dan kualitasnya jika sanitasi tidak diperbaiki. Terdapat hubungan yang erat antara masalah sanitasi dan penyediaan air, di mana sanitasi berhubungan langsung dengan:

Kondisi sanitasi di Indonesia

Hingga 2018, masih ada 25 juta penduduk Indonesia yang melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABS). Mereka yang melakukan praktik tidak sehat ini kebanyakan berasal dari kelas ekonomi bawah dan juga yang paling terdampak dari kondisi sanitasi yang buruk ini.

Sumber : https://www.diklatkerja.com/blog/sanitasi

PENINGKATAN HYGIENE SANITASI KANTIN PENDIDIKAN DASAR KOTA SURAKARTA

Kantin Sehat merupakan suatu ruang atau bangunan di sekolah yang dimanfaatkan untuk menyediakan makanan dan minuman sehat untuk melayani warga sekolah. Tujuan penyediaan layanan kantin sehat di sekolah adalah untuk menyediakan makanan yang aman dan bergizi, menyediakan fasilitas untuk menerapkan ilmu kesehatan dan gizi, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Makanan sebagai kebutuhan dasar tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi saja tapi harus memenuhi hal kebersihan, keamanan / hygienis, untuk memberikan perlindungan bagi kesehatan konsumen. Keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah makanan dari kemungkinan cemaran biologi, kimia dan fisik yang dapat mengganggu , merugikan dan membahayakan.

Hygiene sanitasi adalah upaya untuk mengendalikan faktor resiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi. Makanan yang hygienis merupakan sumber energi vital manusia untuk melaksanakan kegiatan sehari – hari dengan baik, perlu disiapkan dengan baik agar memenuhi kriteria siap disantap dengan lezat bergizi sehat dan menyehatkan bagi yang mengkonsumsi.

Agar makanan yang disediakan di kantin sehat dan aman untuk dikonsumsi perlu peningkatan hygiene sanitasi bagi pengelola, peralatan, bahan makanan/makanan, tempat/lingkungannya memenuhi persyaratan kesehatan.

Tujuan kegiatan :

Peserta kegiatan adalah 30 (tiga puluh) pengelola kantin Pendidikan Dasar (SMP) dengan materi Hygiene Sanitasi Makanan / Minuman dan Personal Hygiene yang dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2019 di Hotel Amarello Surakarta. Pedagang banyak yang menanyakan bagaimana cara mengecekkan makanan mereka di kantin serta masih banyaknya pedagang liar yang berjualan di luar pagar sekolah. Disampaikan pihak Dinas Kesehatan agar pihak sekolah mengumpulkan para pedagang untuk diberikan penyuluhan dan pemahaman tentang jajanan sehat. Adapun untuk pemeriksaan laboratorium makanan bisa berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat karena Puskesmas memiliki anggaran untuk pemeriksaan makanan di kantin sekolah.

Sumber : https://dinkes.surakarta.go.id/peningkatan-hygiene-sanitasi-kantin-pendidikan-dasar-kota-surakarta/

PENGELOLAAN SANITASI DI SEKOLAH DASAR

Pengelolaan sanitasi di sekolah dasar sangat urgen dalam menunjang proses belajar mengajar dan proses pertumbuhan serta perkembangan siswa. Sanitasi sangat erat kaitannya dengan lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah dapat mempengaruhi proses belajar mengajar dan juga kesehatan warga sekolah. Sanitasi yang tidak dikelola dengan baik di sekolah bisa menyebabkan proses pembelajaran terganggu. Pengelolaan sanitasi di sekolah dasar adalah tanggung jawab seluruh warga sekolah, oleh karena itu dalam pengelolaan sanitasi melibatkan seluruh warga sekolah. Ada beberapa sanitasi yang perlu pengelolaan dengan baik, yang sangat menjadi perhatian penulis adalah penyediaan air bersih. air bersih sangat dibutuhkan pada suatu sekolah, baik sekolah kecil (warganya sedikit  apalagi sekolah besar yang warganya banyak). Jika air bersih tidak mencupi di suatu sekolah apalagi tidak tersedia, tentu warga sekolah bisa terserang penyakit karena tangan siswa akan kotor ketika memakan sesuatu, atau jika siswa punya hajat BAB/BAK tentu tidak akan di siram, andai itu terjadi tentu saja aromanya akan mengganggu kosentrasi siswa yang sedang belajar apalagi WCnya itu dekat dengan ruang kelas. Setiap ruangan yang ada di sekolah harus dilengkapi dengan tempat cuci tangan, ember penampung air cucian, sabun dan juga lap tangan, supaya  tangan siswa terbiasa dalam keadaan bersih. Untuk mendapatkan air bersih bisa dengan cara memasukan air PDAM kesekolah jika tersedia, jika tidak tersedia bisa dengan menggali sumur. Untuk pengelolaannya supaya air tersedia dan mencukupi setiap harinya bisa menunjuk petugas khusus dan juga tentunya dengan melibatkan seluruh siswa. Dengan cara mengatur piket per kelas. Ini dilakukan supaya setiap siswa punya rasa tanggung jawab dan rasa membutuhkan sehingga siswa bisa mempergunakan air seperlunya tanpa harus terbuang percuma.

Sanitasi kedua yang jadi perhatian di sekolah adalah ketersediaan WC yang mencukupi sesuai denga rasio siswa. Perbandingannya siswa PR 1 WC untuk 25 siswi dan untuk laki-laki 1WC untuk 40 siswa. Selain WC siswa juga difasilitasi dengan tempat berwudhuk yang memadai dan juga bersih, serta tempat ibadah yang mencukupi bagi seluruh warga sekolah. Disamping ketersediaan WC mencukupi bagi seluruh warga sekolah, kebersihannyapun juga menjadi hal yang sangat penting, agar semua siswa nyaman menggunakannya. Untuk itu sekolah seharusnya juga melibatkan siswa dalam menjaga kebersihannya, dengan cara membuat daftar piket WC dan tempat berudhuk setiap harinya, yang tugasnya memastikan WC dan tempat berwudhuk dalam keadaan bersih pada waktu mereka piket. Kalau masing masing siswa diberi tugas dan tanggung jawab tentu siswa akan terbiasa untuk memelihara kebersihan itu apalagi di sekolah dasar. Dari kecil sudah di ajarkan bertanggung jawab, maka besarnya akan terbiasa, seperti pepatah minang ketek taraja-raja, gadang tabaok-baok, la tuo tarubah tido.

Selanjutnya yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan sanitasi di sekolah dasar adalah sampah. Tempat sampah yang terpisah bisa memudahkan pengelolaannya. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk pengelolaan sampah tersebut diantaranya : kalau sampahnya berupa sisa makanan bisa di masukkan ke biofori. Gunanya untuk merangsang hadirnya cacing dan membuat tanah subur. Sampah yang berupa daun-daunan dapat di buat pupuk kompos yang bisa di manfaatkan sekolah untuk pupuk tanaman yang ada di sekolah. Jika komposnya banyak maka bisa dijual dan mendapatkan uang, uang tersebut dapat digunakan untuk kepentingan bersama. Kalau sampah yang bisa di daur ulang, maka bisa  di jadikan sebuah karya yang berguna dan juga dapat dijual untuk menghasilkan uang. Supaya sampah terolah dengan baik dan siswa peduli dengan lingkungan dirikanlah bank sampah. Petugasnya terdiri dari guru dan siswa. Petugas bank sampah akan mengelompokkan sampah tersebut. Mana sampah yang bisa jadi karya ( daur ulang ), sampah untuk kompos atau yang berupa kaleng minumam  yang bisa langsung di jual. Supaya bank sampah bisa terkendali dengan baik maka, untuk memudahkan pengelolaannya harus dibuatkan daftar piket serta jadwal kelas menabung. Masing-masing kelas akan berlomba untuk menabung dan meningkatkan tabungannya. Uang tabungan dari hasil penjualan sampah setiap kelas juga bisa digunakan oleh warga kelas masing masing untuk kepentingan bersama. Jika semua warga menganggap sampah itu seluruhnya bisa berguna bahkan dapat menghasilkan uang maka tidak akan ada yang namanya lingkungan yang kotor, tidak ada lagi sampah yang berserakan sehingga akan tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman. Oleh karena itu sekolah harus kontiniu melakukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah ini, supaya seruruh siswa selalu di ingatkan yang pada akhirnya akan menjadi kebiasaan. Sehingga mereka tidak hanya melakukan pengelolaan sampah di sekolah tetapi juga diterapkan dirumah, bahkan dilingkungan tempat tinggal masing-masing.

Selanjutnya sanitasi yang harus dilakukan pengelolaanya di sekolah adalah sarana pembuangan air limbah. Tempat pembuangan air limbah ini harus tertutup jangan sampai mengeluarkan bau yang tidak sedap yang akan mengganggu kenyamanan warga sekolah, apalagi sampai tergenang tentu akan menjadi tempat bersarangnya tikus, yang akan memancing datangnya penyakit, untuk itu maka buatlah IPAL yaitu ( Instalasi Pembuangan Air Limbah ).  Sama halnya air limbah, limbah kantin pun juga harus dibuatkan tempatnya yang tertutup. Supaya air bekas cuci piring tidak tergenang, maka musti di alirkan melalui pipa yang langsung masuk ke dalam tanah yang sudah dilubangi.

Disamping yang sudah penulis paparkan di atas hal yang penting juga dalam pengelolaan sanitasi yaitu drainase. Drainase harus selalu kering dan bebas dari genangan air, supaya tidak bersarang nyamuk, yang akan menjadi sumber penyakit, maka air hujan juga di alirkan ke tempat yang tertutup. Minsalnya dengan membuat sumur resapan. Sumur resapan juga bisa dimanfaatkan airnya, untuk persediaan air bagi tanaman yang ada disekelilingnya ketika musim kemarau.

Di samping penyediaan air bersih, ketersediaan WC yang mencukupi dan tempat berwudhuk yang bersih, pengelolaan sampah yang baik, pengelolaan air limbah , dan juga drainase yang selalu dalam keadaan kering, maka kantin sekolah pun juga harus menjadi perhatian di sekolah. Untuk itu setiap seminggu harus dilakukan monitoring kantin, dengan membentuk tim monitoring yang terdiri dari guru dan siswa. Banyak hal yang musti di monitoring berkenaan dengan kebersihan kantin, seperti kelengkapan alat kebersihan, ketersediaan tempat sampah yang terpisah dan tertutup, ketersediaan alat suci piring yang musti menggunakan air bersih dan mengalir serta ketersediaan air cuci tangan dan lap tangan. Menu makanan juga harus menjadi perhatian, makanan yang tersedia di kantin sekolah harus ber gizi, tidak memakai bahan berbahaya dan pewarna makanan yang terlarang. Makanan harus terbungkus dan tertutup. Kantin sekolah sangat terlarang menjual makanan pabrikan. Disamping itu petugas kantinpun harus berpakaian bersih dan rapi memakai tutup kepala dan cilemek. Melailui monitoring kantin ini diharapkan kantin selalu dalam keadaan bersih serta menyediakan makanan yang sehat dan mencukupi bagi seluruh warga sekolah.

Jika di sekolah dasar,  pengelolaan sanitasinya sudah baik, seperti yang penulis paparkan sebelumnya, maka lingkungan sekolah akan senantiasa dalam keadaan bersih, bukankah kebersihan itu sebahagian dari iman, sebagaimana hadis nabi annazhofatu minal iman  (kebersihan itu sebagian dari iman), maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai insan yang beriman untuk selalu berprilaku hidup bersih dimana saja, kapan saja, apalagi di sekolah tempat menuntut ilmu untuk bekal hidup dunia dan akhirat.

Dengan adanya pengelolaan sanitasi di sekolah dasar diharapkan mutu sekolah dasar akan meningkat karena sebagian hal yang membuat proses belajar tergaganggu sudah bisa teratasi, sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan efektif, efesien dan lancar. InsyaAllah.

Sumber : https://infopublik.sijunjung.go.id/pengelolaan-sanitasi-di-sekolah-dasar/

SOSIALISASI PERWAL NO 64 TAHUN 2010 TENTANG HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN PANGAN

Sosialisasi Perwal 64 tahun 2010 tentang Hygiene Sanitasi pengelolaan Pangan ini dilaksanakan untuk memberi pengertian kepada pelaku usaha kuliner di sekitar Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan , dan Terminal Giwangan  tentang Hygiene dan Sanitasi Pangan, sehingga diharapkan tercipta kondisi PKL yang sehat baik sehat Makanan Jajanannya, sehat Penjamah makanannya, dan tentu saja Konsumen dari Makanan Jajanan tersebut.

Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian , perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan , dan air, baik yang diolah maupun tidak yang diperuntukkan sebagai makan atau minuman bagi konsumsi manusia termasuk bahan tambahan pangan. 

Hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subyeknya. misalnya : mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir.

Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subyeknya , misal : menyediakan air yang bersih untuk mencuci tangan.

Cara Pengolahan Makanan yang baik meliputi 6 prinsip yaitu :

1. Pemilihan Bahan Makanan

2. Penyimpanan Bahan Makanan.

3. Pengolahan Makanan.

4. Penyimpanan bahan Masak.

5. Pengangkutan Makanan 

6. Penyajian Makanan

Bertempat di Gedung Pertemuan LPSE Balaikota Yogyakarta , Sosialisasi Perwal ini mendapat tanggapan positif dari pedagang yang hadir. mereka antusias dalam mengikuti sosialisasi ini.

Sumber : https://kesehatan.jogjakota.go.id/berita/id/57/sosialisasi-perwal-no-64-tahun-2010-tentang-hygiene-sanitasi-pengelolaan-pangan/

SOSIALISASI HIGINE DAN SANITASI KANDANG

Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari suatu generasi kegenerasi lainnya dalam sebuah kelompok masyarakat. Higiene adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitik beratkan pada usaha kesehatan perseorangan atau manusia beserta lingkungan tempat orang tersebut berada. Higiene merupakan upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan subjeknya seperti mencuci tangan dengan air bersih dan sabun untuk melindungi kebersihan tangan, mencuci piring untuk kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan. Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan dari subjeknya.

Higiene dan sanitasi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena erat kaitannya. Higine dan sanitasi (kebersihan) kandang sangat penting karena sangat terkait dengan kesehatan ternak maupun manusia. Kebersihan   kandang   juga   berkaitan   dengan   munculnya   penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat di tularkan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya.

Program Sanitasi Kandang ini dipilih, karena berdasarkan observasi kandang ternak warga kurang bersih, yang bisa menimbulkan penyakit karena bakteri yang terdapat didalam kandang bisa menyebar serta kurang nya pemahaman masyarakat desa tentang pentingnya hygiene dan sanitasi kandang tersebut.

Salah satu aspek penting dalam usaha peternakan adalah sanitasi. Melalui sanitasi, produktifitas akan meningkat dan ternak akan tidak mudah terserang penyakit. Banyak peternak di Desa Janarata yang kurang memperhatikan ternaknya, mereka hanya memenuhi kebutuhan pakan ternak saja tanpa memperhatikan kebersihan kandang.

Waktu Pelaksanaan

HariTanggalPukul
Jumat27 Januari 201715.00-17.00 WIB
Selasa31 Januari 201715.00-17.00 WIB

Program ini dilaksanakan oleh Lia Permata Sari dan dibantu oleh Arenda D.  Sugihen, Istiq Farah Lyndi, Elsa Diva Oktarisa, Rizki Munazir, M. Ridha Caesar dan Robby Maulana. Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 27 dan 31 januari 2017.

Kegiatan ini dilakukan di rumah warga desa yang mempunyai ternak. Program ini dilakukan bersamaan dengan program sosialisasi penyakit zoonosis karena saling berkaitan misalnya pada kambing, jika sanitasi kandang kambing tersebut tidak baik maka dapat mengakibatkan penyakit scabies yang mana bisa menular ke manusia dan memungkin untuk dilaksanakan bersamaan agar tidak mengganggu pekerjaan warga,  dimana warga di Desa Janarata dominan adalah petani sehingga mereka jarang dirumah. Pada kegiatan ini, saya menjelaskan apa itu higiene dan sanitasi, bagaimana cara membersihkan kandang ternak yang benar dan apa dampak yang ditimbulkan jika kandang ternak tidak bersih, setelah memberikan penjelasan kemudian saya memberikan brosur yang berisi tentang materi yang sudah saya jelaskan tersebut.

Adapun maksud dari kegiatan tersebut adalah agar masyarakat dapat mengenal bagaimana pentingya higine dan sanitasi kandang serta masyarakat dapat mengetahui berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kandang yang kurang bersih dan dekat dengan pemukiman warga.

Tujuan yang ingin dicapai adalah terciptanya kondisi kandang ternak yang bersih dan higienis, karena tingkat higienitas kandang sangat berhubungan dengan kesehatan ternak dan kesehatan ternak sangat berhubungan dengan produktifitas ternak tersebut.

Sasaran kegiatan ini adalah peternak desa Janarata. Terutama peternak yang menempatkan kandang ternak di pemukiman rumah penduduk. Sasaran yang ingian di capai agar peternak dapat menerapkan kebersihan kandang ternak. Sehingga dapat menjaga kebersihan dan kesehatan ternak juga dapat terhindar dari penyakit-penyakit terutama penyakit zoonosis.

Hasil yang dicapai dari kegiatan sosialisasi higine dan sanitasi kandang adalah masyarakat yang sebelumnya kurang peduli mengenai pentingnya higiene dan sanitas kandang setelah saya melakukan sosialisasi ini ke 10 orang peternak mereka menjadi tahu tentang pentingnya higiene dan sanitasi kandang yang baik serta mereka menjadi tahu beberapa jenis desinfektan yang tepat yang digunakan sebagai bahan sanaitasi kandang untuk mencegah ternak terhindar dari berbagi penyakit. Peternak yang mengikuti sosiolisasi terlihat antusias dibuktikan dengan Peternak bertanya tentang bagaimana cara mempraktekkan higiene dan sanitasi kandang yang baik, mereka juga bertanya mengenai kerugian dan keuntungan jika tidak melakukan higiene dan sanitasi kandang dengan baik.

Tindak lanjut yang diharapkan dari adanya sosialisasi agar masyarakat lebih dapat meningkatkan kebersihan kandang dan dapat mengenali tanda-tanda terdapatnya suatu penyakit dan dapat mencegah berkembangnya penyakit tersebut.

Beberapa faktor pendukung antara lain:

Beberapa faktor penghambat antara lain:

1.   Banyak masyarakat yang memiliki pekerjaan sendiri dan susah untuk memberikan sosialisasi.

Sosialisasi Penyakit Zoonosis

Penyakit zoonosis yaitu suatu penyakit atau infeksi yang secara alamiah dapat menular diantara hewan vertebrata dan manusia. Penyakit yang tergolong ke dalam kategori zoonosis dan yang sering ditemukan di Indonesia misalnya antraks, rabies, Flu Burung, Flu Babi, Brusellosis dan lainnya.

Program Sosialisasi Penyakit Zoonosis ini dipilih karena rata-rata masyarakat desa Janarata tersebut berprofesi sebagai petani. Di kebun maupun di sawah banyak agen-agen penyakit ataupun vector pembawa yang dapat menularkan penyakit tersebut ke manusia seperti anjing yang digunakan sebagai penjaga kebun , tikus, nyamuk, caplak. Serta kurangnya pemahaman masyarakat desa tentang pentingnya untuk megetahui penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya.

Waktu Pelaksanaan

HariTanggalPukul
Jumat27 Januari 201715.00-17.00 WIB
Selasa31 Januari 201715.00-17.00 WIB

Program ini dilaksanakan oleh Lia Permata Sari dan dibantu oleh Arenda D. Sugihen, Istiq Farah Lyndi, Elsa Diva Oktarisa, Rizki Munazir, M. Ridha Caesar dan Robby Maulana. Kegiatan ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 27 dan 31 januari

Adapun maksud dari kegiatan penyuluhan penyakit zoonosis adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat Desa Janarata baik yang beternak maupun yang tidak btrnak mengenai bahaya penyakit zoonosis.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat Desa Janarata lebih memahami bahaya penyakit zoonosis dan mengetahui cara pencagahan, gejala klinis, dan penanganan pertama (misalnya pada kasus gigitan anjing).

Sasaran yang ingin dicapai adalah masyarakat Desa Janarata bisa lebih memperhatikan kesehatan ternak, lingkungan serta diri sendiri demi mencegah penyakit zoonosis.

Bagi peserta KKN, kegiatan ini menjadi salah satu implementasi dari ilmu yang didapat selama proses kuliah sehingga ilmu yang didapat lebih bermanfaat bagi khalayak masyarakat.

Hasil yang dicapai dari sosialisasi penyakit zoonosis adalah masyarakat yang awalnya kurang paham mengenai penyakit zoonosis setelah saya melakukan sosialisasi masyarakat menjadi tahu jenis-jenis penyakit zoonosis dan penyakit yang tidak zoonosis sehingga mereka bisa menghindari bahaya dari penyakit zoonosis tersebut. Misalnya dengan pemberian vaksin pada anjing penjaga kebun yang dapat menularkan rabies pada manusia.

Tindak lanjut yang diharapkan dari adanya sosialisasi agar masyarakat memberikan vaksin terhadap hewan atau ternak yang dipelihara dan diharapkan masyarakat lebih berhati-hati terhadap penyakit yang bersifat zoonosis yang disebabkan oleh hewan maupun ternak.

Sumber : http://webblogkkn.unsyiah.ac.id/janarata12/2017/03/05/sosialisasi-higine-dan-sanitasi-kandang/

Pemkot Terus Berupaya Tuntaskan Masalah Sanitasi

Persoalan sanitasi di Kota Palembang belum tuntas. Pasalnya, masih ada warga yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

“Dari 18 Kecamatan di Palembang masih ada kecamatan yang sanitasinya buruk, antara lain Kecamatan Ilir Timur Satu. Mayoritas warga tinggal di pinggiran aliran sungai. Ada juga yang rumahnya sewa. Mereka ada WC, tapi tidak ada septic tank. Jadi langsung buang ke sungai,” kata Asisten I Pemerintahan Pemkot Palembang, Faizal AR, dalam rapat virtual terkait Percepatan Capaian Kelurahan Bebas BAB Sembarangan, dalam rangka persiapan penilaian kota sehat, Selasa (23/2/2021).

Faisal menambahkan, untuk mengatasi permasalahan ini juga perlu peran serta masyarakat.

“Kita sedang mengejar predikat Kota Sehat. Saat ini kita sosialisasikan melalui lurah dan camat agar persoalan ini bisa selesai sebelum penilaian nanti dimulai,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah Mkes, mengatakan,  untuk Kota Palembang, baru 34 persen hasil verifikasi yang menunjukkan kelurahan yang memiliki sanitasi baik dan tidak lagi BAB Sembarangan.

“Sementara ada 24 Kelurahan yang disebutkan sudah 100 persen bebas BAB namun belum ada hasil verifikasi. Karena masih ada kelurahan yang belum bebas BAB sembarangan inilah yang perlu percepatan. Dari kami lebih mengedukasi terkait perubahan perilaku masyarakat agar bisa menyediakan septic tank di rumahnya,” ujar Fauziah.

Ia menjelaskan, mengubah perilaku masyarakat untuk stop BAB sembarangan tidak mudah. Dan ini bukan tugas Dinkes saja. Tetapi perlu peran aktif dari semua pihak, terutama lurah dan camat setempat untuk mendorong mengubah perilaku buruk tersebut.

“Karena dampak yang ditimbulkan jika BAB sembarangan itu akan berpengaruh dengan kesehatan. Seperti terkena pencemaran air, udara, dan lingkungan menjadi kumuh.”

Sumber : https://bakohumas.palembang.go.id/blog/detil/pemkot-terus-berupaya-tuntaskan-masalah-sanitasi

Bagaimana cara meningkatkan kebersihan hotel

Menciptakan lingkungan dan pengalaman yang tepat untuk tamu Anda sangat penting bagi citra merek hotel Anda. Pengalaman tidak menyenangkan yang tamu hotel Anda rasakanan dapat merusak reputasi bisnis Anda, mempengaruhi loyalitas pelanggan dan cenderung membuat mereka untuk memutuskan tidak kembali menginap di hotel Anda.

Fasilitas yang bersih dan higienis, area komunal dan toilet memainkan peran kunci dalam meningkatkan durasi tinggal tamu hotel Anda, dan hal ini merupakan beberapa faktor terpenting di hotel yang pelanggan Anda rekomendasikan kepada teman atau kolega mereka.

Citra merek dimulai tepat didepan pintu Anda

Pintu masuk adalah salah satu titik awal yang paling terlihat dan kritis dalam menciptakan kesan positif pertama bagi tamu Anda. Pengalaman pelanggan dimulai saat mereka memasuki hotel, dan dilanjutkan dengan proses check-in mereka di area resepsionis hotel.

Berikan tamu Anda waktu istirahat yang nyaman

Pembersihan rutin saja tidak cukup untuk menciptakan lingkungan hotel Anda bebas bakteri dan higienis. Permukaan yang terlihat mata memang terlihat bersih, namun sesunggunya permukaan tersebut masih dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme. Oleh karena itu, praktik kebersihan yang baik dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi silang di hotel Anda.

Toilet adalah ruang gaya hidup di antara tamu Anda

Merupakan hal yang penting bagi pemilik hotel untuk memberikan pengalaman toilet yang menyenangkan pada setiap tamu yang bermalam di hotel Anda. Standar toilet yang bersih dan berkualitas dapat mempengaruhi sikap dan persepsi keseluruhan tamu hotel terhadap merek Anda. Ini juga menunjukkan tingkat standar kebersihan hotel ini merangkul dan memprioritaskan untuk tamu Anda.

Keamanan pangan dimulai di dapur hotel Anda

Apakah Anda tahu butuh beberapa detik agar tangan terkontaminasi oleh sentuhan? Namun, dibutuhkan waktu hanya 20 detik untuk mencuci tangan dengan benar. Mengadopsi prosedur mencuci tangan yang benar dapat membantu meminimalkan penyebaran kuman selama persiapan makanan.

Menghadirkan kegiatan rekreasi yang sehat dan menyenangkan

Kondisi yang tidak higienis di fasilitas umum dapat menyebabkan penyebaran penyakit yang cepat, mempengaruhi kondisi pernafasan dan bahkan gangguan usus. Mikroorganisme dalam keringat, air kencing, air liur dan feses berkembang dalam sanitasi dan wabah yang buruk dapat memberi dampak besar pada tamu dan reputasi merek.

Standar kebersihan yang optimal diantara pengguna bisnis profesional

10 Contoh Sanitasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Lingkungan yang sehat bisa dikatakan sebagai kondisi penting yang harus diwujudkan dalam berbagai aspek dalam kehidupan. Lingkungan sejak dulu sudah berdiri dalam kondisi yang seimbang, dan harus selalu dijaga keseimbangannya. Beberapa faktor buruk dapat menurunkan kualitas dan menymbang dalam kerusakan lingkungan.

Kesehatan lingkungan perlu dijaga bukan hanya demi melestarikan lingkungan saja. Namun juga melestarikan komponen biotik dan komponen abiotik yang ada di dalamnya, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Perkara merusak lingkungan secara sengaja, hanya dapat dilakukan oleh manusia. Dengan demikian, harus dibentuk kesadaran agar selalu menjaga lingkungan agar tetap sehat.

Sanitasi

Kata sanitasi berasal dari bahasa Inggris yaitu sanitation yang berarti kebersihan. Kata kebersihan, berkaitan erat dengan Kesehatan. Oleh karena itu, sanitasi lingkungan dapat disebut sebagai upaya yang dilakukan manusia untuk mewujudkan serta menjamin lingkungan selalu berada dalam kondisi yang sehat. Kondisi lingkungan tersebut meliputi, fisik lingkungan, serta komponen dalam arti abiotik lainnya.

Sanitasi lingkungan juga dapat diartikan sebagai budaya hidup bersih dan sehat. Budaya ini dilakukan melalui pengawasan dan langkah preventif akan kerusakan atau hal lain yang menyebabkan lingkungan tidak sehat. Sebetulnya segala yang dilakukan dalam sanitasi adalah langkah-langkah yang diperuntukkan bagi manusia itu sendiri agar dapat hidup dengan baik.

Berdasarkan pengertian dari sanitasi, terdapat beberapa perilaku  yang termasuk ke dalam lingkup sanitasi lingkungan, diantaranya:

Setelah kita tahu ruang lingkup umum yang berkaitan dengan sanitasi, dapat diketahui bahwa sanitasi meliputi seluruh bagian kehidupan di bumi. Dengan banyaknya bidang-bidang kehidupan, sanitasi menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan dengan cara yang berbeda-beda.

Contoh Sanitasi

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang contoh sanitasi dalam berbagai bidang, antara lain sebagi berikut;

Kesehatan

Bidang kesehatan meliputi segala kegiatan atau infrastruktur yang bergerak di bidang tersebut. Misalnya di tempat-tempat fasilitas kesehatan yaitu rumah sakit atau puskesmas, dan kegiatan yang dilakukan dalam menjaga kesehatan.

Fasilitas yang terawat merupakan satu komponen yang mendukung untuk sanitasi berjalan dengan baik. Fasilitas yang baik, memungkinkan segala kegiatan yang berlangsung di dalamnya berjalan dengan lancar. Selain itu juga dapat menjaga kesehatan dan keselamatan manusia.

Fasilitas yang terawat termasuk ke dalam ruang lingkup sanitasi yaitu keamanan dan keselamatan. Perlu langkah-langkah khusus dan konsisten yang harus dilakukan agar tempat-tempat selalu bersih dan sehat. Hal ini dilakukan karena fasilitas yang digunakan secara umum apalagi pada bidang kesehatan akan rawan menimbulkan penyakit apabila tidak dijaga.

Bidang kesehatan adalah bidang yang bergerak dalam langkah pemulihan dan perbaikan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, seringkali bersinggungan dengan alat-alat medis yang digunakan untuk keperluan kesehatan. Alat-alat yang digunakan harus selalu dijaga kebersihannya atau biasa disebut dengan steril.

Alat-alat kesehatan tidak hanya digunakan oleh pekerja medis saja, akan tetapi sering dibutuhkan untuk keperluan pasien dengan jumlah yang beragam dan orang yang berbeda-beda. Maka, ada beberapa alat dengan standar khusus yang hanya dapat digunakan satu kali dan ada juga yang dapat digunakan berulang. Penggunaan secara benar, dapat mendukung sanitasi baik yang akan mempermudah pemulihan dan perbaikan dalam bidang kesehatan.

Hewan-hewan serangga dan hewan pengerat (tikus) merupakan kelompok hewan yang banyak merugikan bagi kehidupan manusia. Maka dalam sanitasi digunakan langkah pencegahan atau bahkan penanggulangan untuk masalah tersebut.

Salah satu langkah pencegahan dilakukan dengan pembuatan bahan-bahan kimia untuk memusnahkan kelompok hewan yang telah disebutkan.

Pembuatan bahan-bahan kimia seperti insektisida atau desinfektan, diinisiasi oleh bidang kesehatan atau penelitian. Sebab, hal-hal yang berkaitan dengan zat kimia tidak sembarangan dibuat. Banyak hal yang harus diperhatikan, yaitu dampak kesehatan bagi manusia, dan komponen abiotik alam, seperti air, tanah, dan udara.

Setelah dinyatakan aman, dan memenuhi syarat sanitasi yang baik. Barulah bahan-bahan kimia tadi dapat diproduksi dalam jumlah banyak dalam bidang industri. Tentu dengan cara yang baik dan menerapkan keselamatan kerja bagi manusia yang bekerja disana.

Industri

Bidang industri terdiri dari lingkup yang sangat luas, baik segi fasilitas dan juga pekerja yang membutuhkan banyak orang. Bidang industri juga bersinggungan langsung dengan lingkungan, mulai dari lokasi hingga hasil produksi. Dari banyaknya aspek tadi, sanitasi harus diperhatikan dengan baik sebagai langkah-langkah menjaga lingkungan sekitar industri agar tetap baik.

Keamanan dan keselamatan kerja atau biasa disingkat dengan K3, adalah salah satu lingkup sanitasi yang mutlak diterapkan di bidang industri. Prinsip menjaga, mencegah, dan memperbaiki kesehatan manusia yang menjadi salah satu tujuan sanitasi, dapat diwujudkan dengan cara kerja yang baik.

Kesehatan dan keselamatan kerja dalam bidang industri dapat dilakukan dengan berbagai macam hal. Bidang industri merupakan bidang yang luas dengan banyak ragam cara dan hasil produksi. Maka cara untuk menjaga keamanan dan keselamatan kerja beragam.

Bagi pekerja yang bekerja di luar ruangan, biasanya harus dilengkapi dengan penutup kepala seperti helm, atau pelindung tubuh bagian lain. Begitu pula bagi pekerja di dalam ruangan, dapat menggunakan alat pelindung diri berupa jas, masker, sarung tangan, dan perlengkapan lainnya.

Limbah merupakan bahan sisa yang tidak lagi diperlukan dan menyebabkan dampak buruk bagi lingkungan. Limbah seringkali ditemukan dari hasil produksi pada bidang industri. Limbah terdiri dari berbagai bentuk, dapat berupa limbah cair dan padat.

Setiap jenis limbah memiliki cara pengelolaan yang berbeda-beda. Seperti pada limbah cair dan gas, harus dilakukan penyaringan terlebih dahulu sebelum dibuang. Langkah ini dilakukan agar zat yang dibuang tidak lagi bersifat membahayakan lingkungan perairan dan udara.

Begitu pula dengan limbah padat, harus melalui tahap tertentu agar dapat aman sebelum dibuang ke lingkungan. Limbah padat terdiri dari lebih banyak jenis dibandingkan lainnya, misalnya plastik, logam, kaca, kertas, dan lain-lain. Setiap limbah memiliki cara pengelolaan yang berbeda.

Pada bidang industri toilet adalah fasilitas yang harus selalu ada. Kebersihan toilet menjadi salah satu faktor keberhasilan dari sanitasi. Kesehatan dapat terjaga apabila fasilitas ini dapat dirawat dengan baik.

Tempat yang lembab, cenderung berisiko akan kuman dan bakteri berkembang biak lebih pesat. Oleh karena itu, pengadaan dari toilet mulai dari pembangunannya perlu memerhatikan hal-hal tertentu. Seperti saluran air yang baik, dan air yang tidak tergenang.

Rumah

Lingkungan rumah meliputi bagian luar dan dalam rumah tempat tinggal kita. Kesehatan diri, keluarga, orang sekitar, serta lingkungan adalah hal penting yang harus dilestarikan. Contoh sanitasi dalam lingkungan rumah yaitu meliputi empat hal yang akan dijelaskan berikut ini.

Habitat perairan merupakan salah satu tempat tinggal sekaligus berkembang biak bagi beberapa jenis hewan. Saluran air selain bertujuan untuk selalu memperlancar jalannya air juga sebagai pencegahan bagi beberapa hewan yang berdampak buruk berkembang biak. Contohnya nyamuk.

Air yang menggenang dan tidak mengalir akan menyebabkan nyamuk dapat berkembang biak. Apabila nyamuk sudah dewasa, dapat menyebarkan berbagai jenis penyakit ke manusia melalui gigitan. Akibatnya manusia terjangkit penyakit akibat sanitasi perairan yang buruk.

Sampah yang ada lingkungan rumah terdiri dari dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah merupakan salah satu dari jenis limbah rumah tangga. Berbeda dengan limbah industri, biasanya sampah di lingkungan rumah masih terdapat beberapa jenis yang dapat digunakan.

Maka pengelolaan sampah di rumah, tahapan pertama dapat dilakukan melalui pemisahan sampah organik dan anorganik. Pada sampah organik yang berasal dari bahan alam atau sisa makanan, dapat diolah menjadi pupuk tanaman atau langsung dibuang.

Sementara untuk sampah anorganik seperti plastik, botol, kaleng dapat dimanfaatkan menjadi fungsi lain dengan cara yang disebut recycle atau daur ulang.

Makanan dan minuman merupakan bagian dari ruang lingkup sanitasi yang harus dijaga kualitasnya. Pengelolaan makanan dan minuman meliputi proses pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan.

Dari kriteria tersebut, setiap makanan dan minuman yang akan dikonsumsi haruslah memenuhi setiap kriteria dengan baik. Pengadaan makanan dan minuman yang baik dapat dilihat secara fisik untuk bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga melalui pengecekan kandungan nutrisi dan batas waktu untuk dapat dikonsumsi (expired date).

Pengolahan makanan dan minuman harus memenuhi prosedur yang benar, agar kandungan nutrisi dapat diserap dengan baik. Selain itu tidak menimbulkan penyakit akibat tahapan yang salah dalam pengolahan, misalnya jika memasak makanan dengan tidak matang.

Terdapat banyak makanan yang tidak cukup habis dalam satu waktu. Apabila demikian, maka harus disimpan dengan baik agar kualitas makanan tetap terjaga. Apabila sudah dilakukan langkah-langkah seperti yang sudah disebutkan, maka sanitasi makanan berlangsung dengan baik.

Jika dalam bidang industri ditemukan langkah keamanan dan keselamatan kerja yang cukup kompleks. Di lingkungan rumah, dominan dibutuhkan ruang lingkup sanitasi pada keselamatan dan keamanan yaitu di dapur. Dapur menjadi tempat yang sangat berisiko di lingkungan rumah, karena di dalamnya banyak berisi peralatan tajam, dan panas.

Maka yang dapat dilakukan agar sanitasi di lingkungan dapur tetap terjaga adalah dengan menaruh benda-benda di tempat yang tepat.

Seperti pisau dengan posisi yang terbaik atau diberikan penutup. Serta bekas peralatan panas (minyak panas) dijauhkan dari jangkauan tubuh orang dewasa dan anak-anak. Dengan demikian, langkah-langkah sanitasi di lingkungan rumah sudah berhasil diterapkan.

Sumber : https://gurusains.com/contoh-sanitasi/