SANITASI LINGKUNGAN SOLO : Sanitasi Di Pasarkliwon Dan Jebres Bermasalah

 Ilustrasi sanitasi (JIBI/Solopos/Dok)

Sanitasi lingkungan Solo di dua kecamatan yakni Pasarkliwon dan Jebres dinilai bermasalah.

Sejumlah kelurahan di Kecamatan Pasarkliwon dan Jebres, Solo memiliki sanitasi yang bermasalah. Daerah itu merupakan padat penduduk dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah.

Hal itu diungkapkan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo, Singgih Tri Wibowo, saat dijumpai seusai Peluncuran Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) di Loji Gandrung, Jumat (23/10/2015).

“Ada beberapa kelurahan yang sanitasinya bermasalah. Di antaranya Semanggi di Kecamatan Pasarkliwon, serta Mojosongo, Pucangsawit, dan Kampungsewu di Kecamatan Jebres,” kata dia.

Menurut Singgih, kemampuan ekonomi penduduknya yang menengah ke bawah membuat mereka belum mampu membuat sanitasi layak. Daerah itu menjadi targetnya dalam program perbaikan lingkungan. Ia pun berupaya merangkul berbagai pihak untuk memberikan bantuan pembangunan sanitasi yang layak.

Selain itu, L2T2 juga bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dengan penyedotan tinja secara rutin. Singgih pun menargetkan melayani 61.000 pelanggan PDAM dengan membayar Rp8.500/bulan selama tiga tahun.

“Biayanya sekitar Rp300.000 untuk penyedotan tiga tahun sekali. Tapi, warga bisa menyicil per bulannya,” ujarnya. Selain itu, ia terus berupaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menyadari pentingnya sanitasi yang layak sehingga tidak mengganggu kesehatan.

Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Suharto, menyatakan siap memberikan subsidi untuk program L2T2 di Solo.

“Tapi, untuk warga yang mampu juga harus mau membayar sesuai tarifnya sehingga bisa subsidi silang,” katanya.

Sementara, Wakil Direktur USAID Indonesia, Derrick Brown, program IUWASH itu merupakan kerja sama antara Amerika dan Indonesia untuk pemenuhan air minum bagi dua juta orang dan 200.000 sanitasi yang layak di permukiman padat penduduk.

“Saat ini kondisi sanitasi di Solo semakin baik. Kami berharap program ini bisa semakin mengembangkan sanitasi yang lebih baik lagi terutama yang belum memiliki sanitasi yang layak,” katanya dalam Bahasa Inggris saat memberikan sambutan, Jumat.

Selain Solo, ada beberapa kota lainnya yang juga ada program tersebut. Seperti Makassar, Medan, Bogor, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, dan Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *