Ini Cara GoWork Cegah Sebaran Virus Corona Makin Meluas

GoWork, operator coworking space alias ruang kerja bersama berusaha semaksimalkan mungkin mengantisipasi penyebaran pandemi virus corona atau covid-19 agar tak semakin meluas.

CEO dan Co-Founder GoWork Vanessa Hendriadi mengatakan bahwa pihaknya sebagai penyedia coworking space telah bekerjasama dengan pemilik gedung, karyawan, dan anggota untuk melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus corona di semua area GoWork.

“Isu covid-19 adalah isu global. Dalam situasi ini, GoWork akan tetap bekerja sama dengan semua pihak untuk memberikan ruang kerja yang produktif dan aman bagi para pelaku bisnis dengan tetap mengikuti kebijakan pemerintah,” katanya pada Bisnis, Selasa (17/3/2020). 

Vanessa mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan standar opersional prosedur agar penularan virus dapat dicegah antara lain dengan mengurangi jumlah kursi di area coworking untuk memberi jarak lebih antar anggota yang bekerja.

Pihaknya juga melakukan pembersihan sanitasi sesering mungkin di seluruh area GoWork. Kemudian, menyemprotkan cairan disinfektan untuk membersihkan area umum, ruang rapat hingga ruang kantor pribadi secara reguler. Lalu, menyediakan hand sanitizer di semua lokasi.

Di samping itu, lanjut dia, GoWork bekerja sama dengan manajemen gedung untuk dapat memfasilitasi pengecekan suhu tubuh kepada pengunjung yang memasuki area gedung. Pengunjung yang suhu tubuhnya di bawah 37,5 derajat celcius tidak diperkenakan masuk.

GoWork juga menyarankan agar pertemuan dibatasi hingga tidak lebih dari 50 orang sesuai dengan panduan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC).

“Dengan standar internasional dan jaminan kebersihan, kami adalah solusi yang lebih baik di mana perusahaan [penyewa] tidak perlu khawatir dengan prosedur operasional terkait ruang kerja [di tengah pandemi virus corona],” ujarnya.

Adapun GoWork telah beroperasi di sejumlah daerah yaitu Jakarta, Tangerang, Bali, dan Surabaya. Vanessa menyatakan bahwa sejauh ini permintaan ruang kerja bersama dari sejumlah perusahaan masih tinggi meskipun isu virus corona tengah merebak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *