Air Bersih dan Sanitasi Lingkungan

Pasokan air tergantung pada sumber air yang tersedia. Kita perlu menyadari hal ini dan tidak hanya melindungi sumber air tetapi juga daerah resapan untuk menjaga ketersediaan air bagi semua.

Kehidupan sehari-hari dan pariwisata membutuhkan air bersih yang segar, dan hal ini memerluka upaya jangka panjang.

Menjaga hutan, menghindari perubahan unsur tanah akibat penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan, mengelola penggunaan air dan drainase air limbah akan memberikan kontribusi pada keberlanjutan kehidupan dan ketersediaan air.

Indonesia bermaksud untuk memperkenalkan STBM, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Community Based Total Sanitation) dengan 5 program utama:

· Menghentikan perilaku buang air besar di sembarang tempat, ODF ( Stop BABS/ CLTS)

· Mencuci tangan dengan sabun (CTPS)

· Pengelolaan air minum yang aman dalam rumah tangga (PAMRT)

· Pengeloaan sampah rumah tangga (WASTE)

· Pengeloaan limbah rumah tangga (DRAINAGE)

Di Flores kita perlu melihat bagaimana orang-orang yang melindungi dan merawat air dan sanitasi dapat diakui, dengan demikian mereka dapat melanjutkan dan meningkatkan apa yang sedang mereka lakukan dan pada gilirannya didukung oleh mereka yang menggunakannya, sehingga pelayanan lingkungan dapat diciptakan dan dipertahankan.

Pemeliharaan dan mengelolaan air dan sanitasi tidak tergantung pada orang per orang saja, namun hal itu hanya dapat berhasil jika dilakukan melalui kerja sama yang berdasar pada tanggung jawab bersama.

Tindakan bersama dan upaya komunal adalah “satu untuk semua, semua untuk satu” yang sesungguhnya dan dibutuhkan untuk menjamin bahwa kita memiliki masa depan di Flores dan orang dari seluruh dunia akan menikmati mengunjungi kita.

The right to drink water and sanitation, a recognize human right  // Hak untuk minum air dan sanitasi, sebuah pengakuan akan hak asasi manusia

Pada tahun 2010, United Nation General Assembly (Resolution A/RES/64/292, July 2010) dan Human Rights Council (Resolution A/HRC/15/L.14, September 2010) mengakui hak untuk mendapatkan air minum dan sanitasi sebagai suatu hak asasi manusia dalam pijakan yang sama dengan hak social lain seperti hak untuk makan dan hak atas kesehatan.

Meskipun telah ada pengakuan internasional akan hal ini, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan: setiap sepuluh menit, sepuluh orang termasuk empat anak-anak meninggal karena penyakit yang berkaitan langsung dengan air. Waktunya telah tiba untuk ha katas air dan sanitasi diberlakukan.

Ratusan ribu orang merayakan Hari Air Sedunia ” Air dan Ketahanan Pangan” pada 22 Maret 2012. Mereka mengambil bagian dalam inisiatif menakjubkan di seluruh dunia.

UN- Water, FAO, dan tim Hari Air Sedunia mengucapkan terimakasi atas dukungan dan keterlibatan Anda secara luar biasa. Akan tetapi hal itu tidak berhenti sampai disini. Populasi dunia terus berkembang, milliaran orang sudah hidup dalam kelaparan parah dan air berada di bawah tekanan berat. Jangan menyerah untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan perilaku menjaga kelestarian lingkungan.

Kampanye hari air sedunia, itu Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *