Jajanan Dicampur Alkohol

Jajan merupakan hal yang paling digemari oleh anak-anak. Terlebih bila tampilan jajanan tersebut berwarna-warni sehinggga membuat ‘si kecil’ ingin mencobanya. Namun, yang menjadi masalah yaitu, apakah jajanan tersebut baik untuk anak Anda?

Mengingat saat ini sedang banyak kasus beredar di mana, jajanan sekolah dicampur dengan bahan-bahan kimia, borax, bahkan beberapa minuman berwarna pun dicampur dengan alkohol.

Menyikapi hal tersebut, dibutuhkan edukasi yang baik dari para orang tua dalam melarang anak untuk tidak jajan sembarangan. Namun, hal tersebut nyatanya tak semudah ‘membalikan telapak tangan’ Anda.

Psikolog Dewi Ulfah Arini, MM. Psikolog, menjelaskan bahwa berbicara dengan anak harus dengan bahasa yang mudah dipahami. Karena semakin Anda mengatakan, “jangan”, anak akan semakin melakukannya.

“Pada dasarnya anak kita itu cerdas dan sangat mudah mencerna informasi yang diberikan oleh orang tuanya, asalkan bahasa orang tua kepada anak mudah dipahami. Semakin sering orang tua mengatakan ‘jangan’ kepada anak, anak akan semakin penasaran. Pada akhirnya anak akan mencoba. Dan, jika terasa enak maka ia akan mengulanginya kembali,” terang Ulfah, kepada Aktual.com, Selasa (12/1).

Terkait dengan hal di atas, Ulfah menyarankan agar selalu memberikan edukasi tentang makanan sehat dan tidak sehat. Serta akibat yang akan muncul bila mengonsumsi jajanan sembarangan.

“Sebaiknya anak itu diberikan penjelasan tentang makanan sehat dan tidak sehat. Bisa dengan gambar atau penjelasan ketika Anda sedang memasak, katakanlah bahwa makan ‘jajanan’ sembarangan itu tidak baik karena banyak pengawetnya dan dapat membuatnya sakit perut bahkan tidak masuk sekolah, nanti tidak bisa bermain dengan teman-teman. Selain itu Anda juga harus mengenalkan gambaran makanan sehat lainnya,” papar Ulfah menjelaskan.

Cara lainnya yakni, agar anak tidak mudah jajan sembarangan di rumah yaitu, orang tua (ibu) harus pintar berkreasi membuat aneka jajanan di luar namun buatan sendiri. Yang tentunya lebih sehat dan bersih.

“Yang namanya anak, tentunya memiliki rasa penasaran yang cukup besar, sebagai ibu, juga harus pintar menyikapiya, jika ada jajanan seperti kue cubit di pinggir jalan, Anda mencoba kreasikan di rumah dengan resep yang lebih sehat. dengan demikian, secara tidak langsung kita mendoktrin anak kita untuk memakan jajanan yang sehat. Dengan sendirinya anak akan mengenal mana makanan yang sehat dan mana yang tidak sehat,” urai Ulfah menutup pembicaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *