Kebersihan Industri: Menjaga Kesehatan Pekerja dan Aman

Dengan memasukkan prinsip-prinsip kebersihan industri di awal proses perencanaan dan mampu mengenali masalah potensial sebelum meningkat, Anda akan membantu memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja Anda dan mengelola paparan perusahaan Anda terhadap potensi risiko dan kewajiban.
Organisasi bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan keseluruhan pekerja yang mereka pekerjakan, dari pekerja gudang hingga suite eksekutif di meja mereka. Menjaga karyawan tetap aman dan sehat memerlukan pengetahuan tentang kebersihan industri, yang merupakan ilmu yang didedikasikan untuk mengantisipasi, pengakuan, evaluasi, komunikasi, dan pengendalian stresor lingkungan di tempat kerja yang dapat mengakibatkan cedera, sakit, gangguan, atau memengaruhi kesejahteraan karyawan. pekerja dan anggota masyarakat 1 . Karena ahli kebersihan industri dilatih untuk mengevaluasi masalah keselamatan dan menemukan solusi untuk masalah, penting bahwa manajer di semua tingkatan dan lintas fungsi dapat bekerja secara efektif dengan dan mengelola ahli kesehatan industri. Apakah Anda memiliki ahli kesehatan industri di tim Anda atau Anda harus menyewa perusahaan luar untuk penilaian, mampu berbicara dalam bahasa ahli kesehatan industri akan memungkinkan Anda untuk memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang potensi masalah kesehatan dan keselamatan. Selain itu, setelah ahli kebersihan industri merekomendasikan tindakan untuk memperbaiki masalah yang nyata atau potensial, Anda akan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk memastikan mereka diimplementasikan di tempat kerja Anda. Bahkan jika Anda tidak bekerja secara langsung dengan ahli kesehatan industri, prinsip-prinsip ini dapat membantu Anda secara efektif memasukkan masalah kesehatan dan keselamatan dari kebersihan industri, seperti ergonomi, ke dalam desain dan manajemen bisnis Anda. Dengan memasukkan prinsip-prinsip ini di awal proses perencanaan dan mampu mengenali masalah potensial sebelum meningkat, Anda akan membantu memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja Anda, dan mengelola paparan perusahaan Anda terhadap potensi risiko dan kewajiban.

Tinjauan tentang Kebersihan Industri

Higiene industri, sebagaimana dinyatakan di atas, berkaitan dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan stresor atau bahaya lingkungan nyata atau potensial di tempat kerja yang dapat mempengaruhi kesejahteraan pekerja dan anggota masyarakat. Kadang-kadang disebut Kebersihan Kerja, Kesehatan Kerja atau Kesehatan Tempat Kerja. Idealnya, bahaya diidentifikasi dan dikendalikan ketika tempat kerja sedang direncanakan, ketika kondisi atau proses berubah, atau melalui tinjauan tahunan, sebelum menjadi masalah bagi pekerja. Untuk membantu memastikan kebersihan industri yang tepat dan dengan demikian kesehatan dan keselamatan pekerja Anda, Anda dapat mempekerjakan ahli kesehatan industri. Peran seorang ahli kesehatan industri adalah untuk “mengantisipasi masalah kesehatan dan keselamatan dan merancang solusi untuk mencegahnya. Mereka adalah penjaga keselamatan di tempat kerja, menerapkan ilmu pengetahuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan dan keselamatan. Ahli kesehatan industri juga menyatukan manajemen, pekerja, dan semua segmen perusahaan di belakang tujuan bersama kesehatan dan keselamatan. 2 ”American Board of Industrial Hygiene mensertifikasi ahli kesehatan industri, memberikan tolok ukur yang dihormati di lapangan. Ahli kebersihan industri akan menggunakan metode ilmiah yang ketat untuk mengevaluasi dan mengendalikan bahaya di tempat kerja, termasuk alat dan informasi penilaian risiko, seperti Lembar Data Keselamatan, yang disatukan oleh produsen bahan kimia dan berisi informasi terperinci tentang setiap bahan kimia. Ahli kebersihan industri juga dapat melakukan analisis tempat kerja untuk mengevaluasi semua pekerjaan, operasi, permesinan, dan aktivitas kerja di lokasi itu, selain pemecahan masalah pada kegiatan atau area kerja tertentu. Setelah bahaya diidentifikasi, ahli kesehatan industri akan bekerja dengan perusahaan untuk mengendalikan atau menghilangkan bahaya tersebut. Ini dapat mencakup penggantian bahan kimia dengan bahan kimia yang tidak berbahaya, mengurangi pajanan terhadap bahaya, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan atau kacamata, atau meningkatkan ventilasi.

Komponen Kunci Kebersihan Industri

Higiene industri mencakup berbagai masalah kesehatan dan keselamatan di tempat kerja. Sebagai seorang manajer, Anda harus terbiasa dengan dasar-dasar sebagian besar dari mereka. Berikut adalah beberapa, meskipun tidak semua, komponen kunci dari kebersihan industri.
  • Ergonomi: Tujuan ergonomi (mempelajari orang di tempat kerja), adalah untuk mengurangi stres dan menghilangkan cedera yang terkait dengan postur tubuh yang buruk, terlalu sering menggunakan otot, dan tugas yang berulang. Misalnya, ergonomi yang tepat dapat membantu mencegah sindrom carpal tunnel, tendonitis, dan cedera punggung bagian bawah. Saat melakukan intervensi ergonomi, penting untuk melibatkan pekerja dalam proses untuk memastikan tugas-tugas sesuai dengan pekerja dan pekerja dilatih dengan baik tentang aspek-aspek seperti cara mengangkat kotak dengan benar. Ergonomi dapat ditingkatkan melalui solusi seperti mengganti kursi atau keyboard yang digunakan pekerja kantor, memperkenalkan alat untuk mengurangi tugas berulang, atau membatasi waktu pada pekerjaan tertentu.
  • Kebisingan: Paparan jangka panjang terhadap kebisingan – baik suara yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan – dapat menyebabkan gangguan pendengaran bagi pekerja. Masalah kebisingan dapat diatasi dengan beberapa cara, termasuk merancang fasilitas untuk meminimalkan kebisingan, memisahkan pekerja dari mesin bising sebanyak mungkin, dan menggunakan perangkat, seperti penutup telinga atau penutup telinga, untuk melindungi pekerja.
  • Temperatur: Temperatur tinggi dan rendah dapat menyebabkan masalah bagi pekerja. Jika suhu terlalu tinggi, pekerja rentan terhadap serangan panas atau kelelahan panas; heat stroke adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perhatian segera. Pekerja harus dibiarkan beradaptasi secara perlahan dengan panas (aklimatisasi) dan minum air dalam jumlah kecil sesering mungkin, dan udara harus didinginkan jika memungkinkan. Paparan suhu rendah yang terlalu lama dapat menyebabkan hipotermia atau radang dingin. Pekerja harus diperbolehkan mengenakan pakaian hangat, dan beristirahat di suhu yang lebih hangat jika memungkinkan.
  • Kualitas udara dalam ruangan: Kualitas udara dalam ruangan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk polusi dari mesin atau peralatan di dalam gedung, polusi jalan raya di luar gedung, debu dari proses mekanis, atau gas. Kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan masalah mulai dari batuk kronis hingga mual hingga sakit kepala parah. Ventilasi yang tepat penting untuk memastikan bahwa udara segar dibawa ke area kerja dan penyaringan udara dalam sistem HVAC dapat membantu menghilangkan kontaminan dari udara.
  • Paparan kimiawi: Bahaya kimia dapat terjadi dalam berbagai bentuk, dari cairan hingga asap hingga debu, dan dapat diserap, dihirup, atau dicerna ke dalam sistem pekerja. Beberapa bahan kimia umum yang berpotensi berbahaya adalah produk pembersih, bensin, dan pestisida. Banyak bahan kimia dapat tidak berbahaya dalam dosis kecil, tetapi bahkan beberapa bahan kimia umum dapat menyebabkan gejala pada mereka yang sangat sensitif, dan sebagian besar bahan kimia dapat menyebabkan efek buruk dalam dosis besar atau ketika tindakan pencegahan keamanan yang tepat tidak diambil. Tindakan pencegahan ini termasuk ventilasi, kebersihan pribadi seperti mencuci tangan, yang dapat mengurangi jumlah bahan kimia yang diserap oleh kulit, dan memelihara peralatan untuk mencegah kebocoran dan kerusakan.
  • Radiasi: Ada dua jenis radiasi – radiasi non-pengion dan radiasi pengion. Radiasi ultraviolet (UV) dan radiasi laser adalah jenis radiasi non-pengion yang paling mungkin menyebabkan masalah keamanan, biasanya luka bakar, untuk pekerja; Radiasi UV adalah masalah khusus untuk pekerja luar, seperti tukang kebun. Radiasi pengion dapat menyebabkan risiko kesehatan yang lebih besar bagi pekerja, dan dapat ditemukan dalam pengaturan mulai dari fasilitas perawatan kesehatan hingga reaktor nuklir dan fasilitas pendukungnya. Jenis radiasi ini merusak sel, dan kemungkinan efek jangka panjang termasuk kanker dan kemandulan. Paparan radiasi pengion harus dibatasi sebanyak mungkin, dan pekerja harus dilindungi dari radiasi oleh bahan-bahan seperti timah atau beton.
  • Bahaya biologis: Organisme hidup seperti jamur, virus, dan bakteri, dapat memasuki tubuh dan menyebabkan infeksi akut dan kronis. Pekerja yang berurusan dengan tanaman atau hewan dan laboratorium atau pekerja medis sangat berisiko terhadap bahaya biologis, tetapi semua pekerja dapat berisiko terhadap bahaya seperti jamur, dan bakteri yang menyebabkan penyakit Legionnaire. Kebersihan yang tepat seperti mencuci tangan, ventilasi, peralatan pelindung pribadi seperti sarung tangan atau respirator, dan dalam kasus tertentu, isolasi bahaya, semuanya dapat membantu meminimalkan risiko yang terkait dengan bahaya biologis.
  • Menghilangkan atau Mengontrol Bahaya: Setelah kondisi berbahaya telah diidentifikasi ada pendekatan sistematis untuk menghilangkan atau meminimalkan potensi bahaya. Ini dimulai dengan merancang bahaya dari proses atau operasi, menyediakan ventilasi pembuangan lokal, membangun praktik kerja yang tepat, menyediakan peralatan pelindung diri (APD) yang tepat dan tindakan administratif yang berlaku.
Mengoptimalkan komponen-komponen kebersihan industri ini melalui pemantauan dan analisis bahaya dan solusi rekayasa untuk meminimalkan bahaya-bahaya itu akan membantu mengendalikan potensi risiko kesehatan yang berdampak pada pekerja dan organisasi Anda. Bahaya ini dapat menyebabkan berbagai hasil negatif dari penyakit dan cedera hingga kehilangan waktu dan mengurangi produktivitas di organisasi Anda. Memahami prinsip-prinsip kebersihan industri akan membantu Anda mengendalikan faktor-faktor ini secara lebih efektif dan karenanya memiliki tempat kerja yang lebih sehat dan lebih produktif.

Keamanan dan Kualitas Tanah di Indonesia Terancam Pembangunan Pertanian

KEBIJAKAN pembangunan pertanian yang mengedepankan kuantitas produksi dan eksploitasi sumber daya tanah secara berlebihan saat ini, telah menimbulkan dampak tekanan yang mengancam keamanan dan kualitas tanah. Apabila pengelolaan tanah tidak didasari pemahaman nilai-nilai keamanan tanah dan kualitas tanah, dikhawatirkan sistem pertanian berkelanjutan yang berprinsip memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi berikutnya akan terabaikan. Pakar Ilmu Tanah dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP-UNS) Solo, Prof. Dr. Supriyadi, mengungkapkan masalah itu kepada wartawan, Senin (2/4/2018). Ia menjelaskan hasil penelitiannya yang akan disampaikan dalam pengukuhannya sebagai guru besar bidang kualitas tanah pada FP-UNS, Selasa (3/4/2018) besok. “Penggunaan lahan untuk pertanian secara intensif untuk memacu produksi biomassa, mengakibatkan terjadinya degradasi lahan, bahkan berdampak terhadap kualitas lingkungan global. Sedangkan penggunaan bahan agrokimia berupa pupuk anorganik dan pestisida yang melebihi ambang, telah mengakibatkan degradasi kesuburan tanah dan ketidakseimbangan unsur hara dalam tanah,” ujarnya. Menurut Prof. Supriyadi yang merupakan guru besar ke-189 di UNS, sekarang ini dalam pemanfaatan tanah untuk pertanian tidak boleh hanya mengedepankan produktivitas berdasarkan tingkat kesuburannya. Namun kesuburan tanah harus mempertimbangkan kualitas maupun kesehatan tanah dan sekarang disyaratkan juga tentang keamanan tanah. Pakar ilmu tanah itu menekankan, dalam kultur pertanian masalah keamanan tanah dan kualitas tanah merupakan kunci utama pertanian keberlanjutan dengan petani sebagai subyeknya. Ia berpendapat, untuk menciptakan keamanan tanah dan kualitas tanah, para petani yang merupakan subyek kultur pertanian memerlukan sistem kendali internal pengelolaan lahan yang diciptakan dan dilaksanakan para petani sendiri. “Sistem pengendali internal tersebut merupakan ruh pertanian di kalangan petani sendiri. Salah satu contoh petani di Desa Susukan, Kabupaten Semarang. Petani di sana mengubah kebiasaan dari pupuk anorganik ke organik yang hasil panennya hanya beberapa ton. Tetapi mereka sepakat, hasil yang dijual dua pertiga dan sepertiga bagian dikonsumsi. Ini perubahan kultur bertani dengan sistem kendali internal yang mereka buat sendiri,” jelasnya. Prof. Supriyadi secara konsisten melakukan penelitian terhadap keamanan dan kualitas tanah tersebut, di antaranya di kawasan sub-DAS Bengawan Solo Hulu, yang hasilnya menunjukkan indeks kualitas tanah lebih tinggi dibanding dengan indek kualitas tanah hutan sekunder. Selain itu, guru besar FP-UNS itu juga meneliti masalah yang sama di Kabupaten Demak, Kabupaten Sragen, Kabupaten Pati dan di Merauke, Papua. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Prof. Supriyadi di antaranya merekomendasikan pemanfaatan bioindikator sebagai salah satu alternatif yang mudah, murah dan relatif cepat untuk menilai keamanan dan kualitas tanah.

Indikator Kualitas Tanah

Tanah merupakan sumber daya alam yang jenisnya terbatas luas dan kualitasnya serta tidak dapat diperbaharui. Saat ini kebutuhan akan sumberdaya tanah semakin tinggi di tengah kemajuan zaman dan meningkatnya kepadatan penduduk. Fungsi tanah kini beragam dan kegiatan manusia di atasnya menyebabkan kelestarian tanah menjadi terancam. Salah satu indikator yang mencerminkan kelestarian tanah adalah kualitas tanah.  Kualitas tanah diukur berdasarkan pengamatan kondisi dinamis indikator-indikator kualitas tanah. Kualitas tanah berkaitan erat dengan tingkat kesuburan tanah yaitu kemampuan tanah menyediakan hara untuk pertumbuhan tanaman. Berikut beberapa parameter kualitas tanah yang perlu dianalisis: 1. Keasaman (pH)Tanah asam dapat memengaruhi keadaan tanah dan pertumbuhan tanaman. Agar tanah yang bereaksi asam dapat ditanami maka keasamannya perlu diperkecil, angka pH diperbesar dengan keasaman kapur. 2. NitrogenNitrogen merupakan unsur mutlak yang harus ada dalam tanah dan dibutuhkan dalam jumlah banyak. Unsur Nitrogen mempunyai peranan merangsang pertumbuhan secara keseluruhan dan khususnya batang, cabang dan daun, hijau daun serta berguna dalam proses fotosintesis.Tanah dengan kandungan nitrogen rendah menyebabkan tanaman tumbuh kerempeng. 3. Bahan OrganikTanah memiliki kandungan bahan organik tinggi artinya struktur tanahnya baik, menambah kondisi kehidupan di dalam tanah karena organisme dalam tanah memanfaatkan bahan organik sebagai makanan. 4. PhosforPhosfor berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda. Phosfor juga berfungsi sebagai bahan mentah untuk pembentukkan protein tertentu, membantu asimilasi, memeprcepat bunga, pemasakan biji dan buah. Tanah yang kadar phosfor nya sedikit akan jelek akibatnya bagi tanaman pada saat berbuah. 5. KaliumKalium merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit. Apabila tanah dengan kandungan unsur kalium rendah menyebabkan daun tanaman keriting, mengerut, timbul bercak merah coklat, mengering lalu mati. 6. KalsiumKalsium berperan merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mengeraskan batang dan merangsang pembentukan biji dan apabila tanah dengan kandungan Kalsium rendah maka daun mudah mengalami klorosis.7. MagnesiumTanah dengan kandungan Mg yang rendah menyebabkan daun tua mengalami klorosis dan tampak bercak-bercak coklat. Daun yang semula hijau segar menjadi kekuningan. Daun akan mengering dan kerap kali langsung mati.
Kualitas tanah akan sangat baik jika memiliki ketujuh unsur diatas, namun saat ini tidak semua tanah memiliki unsur-unsur tersebut semuanya bahkan ada tanah tidak sama sekali memiliki semua unsur di atas.

8 Cara Mengurangi Dampak Buruk Radiasi Ponsel

Isu mengenai dampak buruk penggunaan ponsel dalam jangka panjang memang bukan hal baru. Berbagai macam potensi gangguan kesehatan yang disebabkan oleh radiasi ponsel seperti gangguan mental, kanker, hingga masalah reproduksi. Penyebabnya tak lain adalah radiasi Radio Frequency (RF). Radiasi RF memancarkan radiasi yang dikeluarkan oleh ponsel saat dalam keadaan aktif. Biasanya, radiasi ini muncul karena ponsel tengah mencari sinyal.  Radiasi RF dalam jangka panjang disinyalir dapat menganggu sistem kekebalan jaringan otak sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan otak secara permanen. Walau sudah mengetahuinya, banyak orang sudah terlanjur tidak bisa lepas dari ponsel. Sebab kebutuhan manusia akan informasi menjadikan ponsel masa kini sebagai kebutuhan primer manusia. Meski tidak bisa hidup jauh dari ponsel, Anda masih bisa mengunakan ponsel dengan bijak. Tujuannya agar dampak buruk dari penggunaan ponsel berkurang. Lantas, langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak buruk penggunaan ponsel? Berdasarkan informasi Departemen Kesehatan California yang dihimpun KompasTekno dari The Independent, Selasa (26/12/2017), berikut cara yang dapat dilakukan pengguna ponsel untuk mereduksi dampak buruk radiasi ponsel jangka panjang. 1.Gunakan headset saat menelepon Ketika sedang menelepon, lebih baik gunakan headset. Sebab saat melakukan panggilan, ponsel akan lebih banyak mengeluarkan radiasi dari sinyal RF . Jika hal ini terjadi secara berkala, bukan tidak mungkin radiasi dari ponsel bisa memicu kerusakan pada jaringan otak. 2. Berkomunikasi lewat teks Selain lebih murah, berkomunikasi lewat pesan teks disebut lebih aman dibandingkan dengan saat melakukan panggilan secara langsung. Sebab, radiasi yang dikeluarkan lebih sedikit. Selain itu, posisi ponsel saat mengetik pesan teks berada lebih jauh dari tubuh, sehingga radiasi yang diterima akan lebih kecil. 3. Hindari mengantongi ponsel Meski tidak digunakan, ponsel akan terus memproduksi radiasi RF. Untuk itu, lebih baik pengguna tetap menjaga jarak dengan ponsel saat digunakan.

10 Manfaat Lingkungan Bersih Dan Sehat lingkungan-yang-bersih

Salah satu hal yang harusnya sering kita perhatikan, namun demikian juga sering terabaikan mengenai lingkungan kita adalah kebersihan lingkungan. Ya, kebersihan lingkungan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dijaga, karena banyak sekali manfaatnya. Lingkungan yang bersih merupakan suatu keadaan dimana lingkungan sekitar kita bersih, tidak hanya dari sampah dan juga kotoran, namun juga bersih dari segala macam coret-coretan di dinding. Lingkungan bersih sendiri merupakan salah satu keadaan yang sangat dibanggakan oleh setiap orang. Apa saja manfaat dari lingkungan bersih? Seperti sudah disebutkan sebelumnya, lingkungan bersih memiliki banyak manfaat. Apa saja manfaat lingkungan bersih? berikut ini adalah beberapa diantaranya : 1. Membuat lingkungan menjadi enak dan nikmat dipandang Manfaat pertama dari lingkungan yang bersih adalah membuat lingkungan tersebut menjadi lebih enak dan juga nikmat dipandang. Bayangkan saja, apa enaknya melihat lingkungan yang kotor dan juga penuh dengan sampah? Sangat tidak menarik bukan? Maka dai itu, dengan adanya kebersihan lingkungan yang terjaga dengan baik, serta lingkungann yang selalu asri dan juga bersih. Hal ini tentu saja akan menyebabkan lingkungan menjadi enak dan juga nikmat dipandang. Apabila lingkungan menjadi enak dan juga nikmat dipandang, maka akan berdampak pada :
  • Kesehatan lingkungan baik
  • Para warga yang tinggal menjadi lebih betah
  • Tata letak dari lingkungan menjadi lebih mudah dan juga tidak ruwet
  • Lingkungan menjadi lebih asri.
2. Kualitas udara yang lebih baik Manfaat kedua dari lingkungan bersih adalah meningkatkan kualitas udara yang baik. Biasanya, manfaat udara pada lingkungan yang bersih memiliki beberapa indikator penting. Berikut ini adalah beberapa indikator yang dapat dikategorikan lingkungan yang bersih :
  • Polusi dan juga asap yang sedikit dan rendah
  • Tumpukan sampah yang terorganisir dengan baik, sehingga tidak mengganggu
  • Sungai dan juga saluran pembuangan air yang bersih
Nah, sekarang bayangkan ketiga elemen tersebut apabila tidak bersih. Sudah dapat terbayang bukan? Hal ini akan menyebabkan lingkungan menjadi bau dan dapat menyebabkan sesak nafas, karena polusi udara. Maka dari itu dengan adanya lingkungan yang bersih, hal ini dapat menyebabkan kualitas udara dari suatu lingkungan akan terjaga dengan sangat baik. Hal ini dapat mengurangi resiko penurunan kualitas udara. 3. Lingkungan yang jauh dari berbagai macam penyakit Manfaat lingkungan yang bersih adalah dapat menghindarkan atau paling tidak dapat mengurangi resiko penyebaran berbagai macam penyakit. Sekali, bayangkan apabila sampah menumpuk tanpa dibersihkan, pastinya akan sangat kotor dan menimbulkan banyak sekali lalat. Lalat merupakan salah satu hewan pembawa penyakit. Ketika anda tinggal pada lingkungan yang tidak dan juga kurang bersih, hal ini akan menyebabkan meningkatnya persebaran penyakit, seperti demam, diare, disentri, penyakit pernapasan, dan jua penyakit lainnya. Manfaat hidup bersih dapat mencegah dan meminimalisir persebaran penyakit pada lingkungan, pembersihan terhadap lingkungan haruslah digalakkan. Agar lingkungan selalu bersih dan dapat meminimalisir segala macam bentuk penyakit. 4. Kepuasaan tersendiri bagi warga lingkungan tersebut Lingkungan yang bersih juga memberikan kepuasan tersendiri bagi warga lingkungannya. Dengan berhasil mempertahankan kebersihan lingkungan dan juga membuat lingkungan menjadi lebih bersih. Maka warga yang sudah berhasil tersebut tentunya akan merasa puas. Apalagi setelah melihat lingkungan tempat tinggalnya menjadi sangat bersih dan juga enak untuk dipandang.

Bahaya Boraks Bagi Kesehatan

Orang-orang di sekitar pantai banyak menggunakan bleng, yang sebetulnya merupakan boraks dari sisa penuaan air laut. Namun mengkonsumsi boraks secara berlebihan bisa menyebabkan masalah bagi kesehatan. Bahaya boraks bagi kesehatan tak sampai menyebabkan kematian mendadak seperti jika mengkonsumsi bahan-bahan kimia berbahaya lainnya. Orang kadang-kadang bingung membedakan antara natrium tetraborate – bahan utama dalam boraks – dan asam borat, yang memiliki sifat serupa. Asam borat, bagaimanapun, biasanya digunakan secara eksklusif sebagai pestisida dan jauh lebih beracun daripada natrium tetraborat, sehingga harus ditangani dengan perawatan khusus. Meskipun boraks mungkin alami, tidak berarti senyawa kimia ini sepenuhnya aman. Borax sering kali masuk dalam kotak dengan label peringatan yang memperingatkan pengguna bahwa produk itu menyebabkan iritasi mata dan mungkin berbahaya jika tertelan. Sementara orang-orang sebagian besar terpapar boraks di rumah mereka, mereka mungkin juga menjumpainya di tempat kerja, seperti di pabrik atau di pertambangan boraks dan pabrik penyulingan. Beberapa lembaga kesehatan dunia telah menemukan bahwa boraks telah dikaitkan dengan beberapa efek kesehatan yang merugikan pada manusia.

Gangguan yang ditimbulkan akibat konsumsi boraks berlebihan :

Boraks bisa menyebabkan iritasi kulit atau mata Meskipun boraks digunakan untuk pengobatan mata yang terkena infeksi akibat kuman atau virus, namun jika digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi mata. Pada kulit yang sensitif, sentuhan boraks bisa menyebabkan gatal-gatal dan iritasi. Boraks yang termakan menyebabkan mual dan muntah Boraks yang dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan mual, pusing, dan muntah-muntah. Efek ini sering diikuti oleh diare. Konsumsi boraks berlebihan menyebabkan gangguan hormon Paparan boraks yang tinggi (dan asam borat) diyakini mengganggu hormon tubuh. Senyawa ini dapat mengganggu reproduksi pria, mengurangi jumlah sperma dan libido. Pada wanita, boraks dapat mengurangi ovulasi dan kesuburan. Boraks cepat terurai oleh tubuh jika tertelan dan terhirup. Para ilmuwan telah menghubungkan paparan boraks – bahkan dari kosmetik – dengan kerusakan organ dan keracunan serius. Boraks bisa menyebabkan kematian pada anak Jika seorang anak kecil menelan 5 hingga 10 gram boraks, mereka mungkin mengalami muntah, diare, syok, dan bisa menyebabkan kematian. Anak-anak kecil dapat terkena boraks melalui transfer tangan ke mulut, terutama jika mereka bermain dengan lendir yang dibuat dengan boraks atau merangkak di lantai yang mengandung senyawa ini.

Cara Mengenali Makanan yang Mengandung Boraks

Seperti yang sudah kita ketahui, salah satu tujuan utama penggunaan boraks pada makanan adalah memperlama daya simpan suatu produk. Pasalnya, zat kimia ini berfungsi sebagai pengawet dan mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Selain jadi bahan pengawet, zat kimia ini juga dapat membuat makanan tampak lebih menarik dan menggugah selera. Nah, agar Anda tak terjebak tipu daya para pedagang nakal, Anda harus teliti sebelum akhirnya membeli produk pangan di pasaran. Memang tak mudah bila hanya dilihat secara kasatmata, namun ada beberapa ciri khas makanan mengandung borak  yang bisa Anda amati. Secara umum, beberapa ciri makanan yang mengandung boraks adalah:
  • Bertekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau sangat renyah.
  • Berwarna sangat mencolok dari aslinya.
  • Beraroma menyengat yang mencurigakan, bahkan binatang seperti lalat pun enggan untuk menempel.
  • Tidak rusak atau busuk meski sudah disimpan lebih dari tiga hari di suhu ruang.
Boraks adalah salah satu zat kimia yang mudah ditemukan di pasaran karena harganya relatif murah. Jadi, tak heran jika banyak pedagang nakal menambahkan zat kimia satu ini untuk mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya dengan modal usaha yang seminim mungkin. Oleh sebab itu, pembeli seharusnya lebih berhati-hati dan teliti setiap kali membeli produk pangan di pasaran. Pastikan produk pangan yang Anda beli bebas dari boraks atau bahkan bahan kimia lain yang tidak kalah berbahaya. Jika ingin membeli daging, pilihlah daging yang masih berwarna merah segar. Bila perlu, pastikan daging yang Anda beli baru dipotong. Hindari membeli produk pangan yang berwarna mencolok dan berbau menyengat. Ingat, jangan hanya menilai produk pangan dari tampilannya saja yang menggugah selerah. Selalu perhatikan cara pembuatan serta keamanan setiap produk pangan yang akan Anda beli dan konsumsi.

Tinggalkan Jamban Untuk Tekan Angka Kemiskinan

TENGGARONG – Aktifitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) bagi warga di hulu Mahakam disebut satu kata yaitu Jamban. Fungsi Jamban bagi warga hulu tidak hanya MCK namun bisa lebih luas, yaitu bisa digunakan sebagai dermaga  dan menambat perahu atau keramba ikan. Bahkan bisa dijadikan tempat nongkrong sambil mengail ikan terutama di bulan puasa. Jamban di kawasan hulu Mahakam biasa dibuat mengapung di bantaran sungai,  kehidupan masyarakat di wilayah  itu  memang tidak bisa lepas dengan keberadaan Jamban, sebab selain mereka kurang begitu akrab dengan MCK di rumah juga pasang surut air sungai secara drastis acap terjadi di hulu Mahakam. Sehingga solusi terbaik untuk MCK bagi mereka adalah jamban karena banyak fungsinya selain MCK.  Namun budaya  masyarakat untuk MCK di sungai  kini menjadi problem terutama dalam masalah sanitasi lingkungan, kelestarian lingkungan hidup, kebersihan dan juga masalah kesehatan. Lebih spesifik lagi jamban bisa mewakili kemiskinan, karena  salah satu indikator rumah tangga miskin yaitu tidak memiliki toilet didalam rumah. Padahal banyak penduduk di hulu Mahakam yang sehari hari menggunakan jamban sebagian warga mampu, ini terlihat dari kepemilikan kendaraan, TV berikut antena parabolanya serta punya usaha tetap beromzet jutaan rupiah. Jika mengacu jamban sebagai indikator sanitasi maka jumlah warga miskin di wilayah hulu Kukar menjadi bertambah seperti di Kecamatan Kenohan mislanya. Camat Kenohan Ardani Syakrani saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan dari 3 ribu lebih warganya, 669 diantaranya adalah penduduk miskin. Menurutnya data warga miskin itu tidak berubah sejak 2012,  meski pihaknya sudah melaksanakan berbagai program pengentasan kemiskinan, diantaranya program bedah rumah. “2013 lalu ada  100 unit rumah yang dibedah sehingga dinyatakan layak huni,  tapi angka kemiskinan belum juga beranjak,” ujarnya. Tiadanya perubahan angka kemiskinan itu ternyata dilihat dari indikator sanitasi terutama banyaknya jumlah jamban yang mengapung di bantaran sungai Kahala.  Sulit untuk merubah  budaya warga terhadap Jamban. Namun upaya mengurangi jamban akan terus dilakukan. “Diantaranya  melalui pendekatan persuasif atau bujukan bukan dengan cara koersif atau paksaan,” demikian katanya.

Cegah Penyakit Menular dengan Gunakan Jamban Sehat

Era modern saat ini bukan lagi zamannya untuk buang air besar sembarangan. Masyarakat harus terbiasa menggunakan jamban untuk menjaga Pola Bersih Hidup dan Sehat (PHBS). Masyarakat harus memiliki dan mampu menggunakan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dengan baik. Jamban adalah tempat pembuangan kotoran manusia. Jamban yang baik dan sehat adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya. Selain demi PHBS, penggunaan jamban juga untuk mencegah penularan penyakit terhadap lingkungan. Dilansir dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, manfaat buang air besar dan kecil di jamban begitu besar bagi kesehatan lingkungan. Lingkungan dapat menjadi bersih, sehat, dan tidak berbau. Selain itu tidak mencemari sumber air yang ada di sekitarnya. Serta tidak mengundang datangnya lalat serangga yang dapat menjadi penular penyakit. Berbagai penyakit yang berpotensi ditularkan dari kebiasaan tidak memakai jamban adalah diare, kolera, disentri, tifus, cacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan keracucan. Namun masih ada di berbagai pinggiran kota besar, masyarakat yang tidak memiliki jamban sehat dan masih buang air besar di sungai atau selokan. Penggunaan jamban sehat merupakan salah satu dari 12 indikator keluarga sehat sesuai aturan Kementerian Kesehatan.  Keduabelas indikator keluarga sehat terbagi ke dalam lima kelompok.

Standar Sanitasi Jamban

Sanitasi sesuai nomenklatur MDGs adalah pembuangan tinja. Termasuk dalam pengertian ini  meliputi jenis pemakaian atau penggunaan tempat buang air besar, jenis kloset yang digunakan dan jenis tempat pembuangan akhir tinja. Sedangkan kriteria akses terhadap sanitasi layak jika penggunaan fasilitas tempat BAB milik sendiri atau bersama, jenis kloset yang digunakan jenis ‘latrine’ dan tempat pembuangan akhir tinjanya menggunakan tangki septik atau sarana pembuangan air limbah (SPAL). Sedangkan kriteria yang digunakan JMP WHO-UNICEF 2008, sanitasi terbagi dalam empat kriteria, yaitu ‘improved’, ‘shared’, ‘unimproved’ dan ‘open defecation’. (Depkes RI, 2010). Jamban merupakan fasilitas atau sarana pembuangan tinja. Menurut Kusnoputranto (1997), pengertian jamban keluarga adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab suatu penyakit serta tidak mengotori permukaan. Sedangkan pengertian lain menyebutkan bahwa pengertian jamban adalah pengumpulan kotoran manusia disuatu tempat sehingga tidak menyebabkan bibit penyakit yang ada pada kotoran manusia dan mengganggu estetika. Rekan-rekan Sanitarian tentu sudah paham, bahwa dampak buruk jamban terhadap penularan penyakit, menyangkut transmisi penyakit dari tinja. Berbagai penyakit menular seperti hepatitis A, polio, kholera, dan lainnya merupakan penyakit yang terkait dengan akses penyediaan jamban. Dan sebagai salah satu indikator utama terjadinya pencemaran karena tinja ini adalah bakteri E.Coli. Sebagaimana rekan-rekan Sanitarian ketahui escherichia coli hidup dalam saluran pencernaan manusia. Menurut Depkes RI (2004), terdapat beberapa syarat Jamban Sehat, antara lain :
  • Tidak mencemari sumber air minum, letak lubang penampung berjarak 10-15 meter dari sumber air minum.
  • Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga maupun tikus.
  • Cukup luas dan landai/miring ke arah lubang jongkok sehingga tidak mencemari tanah di sekitarnya.
  • Mudah dibersihkan dan aman penggunannya.
  • Dilengkapi dinding dan atap pelindung, dinding kedap air dan berwarna.
  • Cukup penerangan
  • Lantai kedap air
  • Ventilasi cukup baik
  • Tersedia air dan alat pembersih.
 

Perilaku Hidup Bersih dengan Jamban Sehat

Suatu negara yang sehat berawal dari diri sendiri dan keluarga yang sehat juga. Banyak penafsiran bahwa sehat itu haruslah memiliki peralatan penunjang kesehatan yang lengkap dan memadai, sehingga tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tidak harus demikian, langkah yang paling sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus mencegah penyakit adalah hanya dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau yang disingkat PHBS. Disini, pengertian PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Mencegah lebih baik daripada mengobati, prinsip kesehatan inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Program PHBS. PHBS dapat dilakukan di rumah tangga; di tempat umum; di sekolah. Dalam artikel ini yang akan dibahas adalah PHBS dalam lingkungan rumah tangga yang berkaitan dengan penggunaan jamban sehat. Akses pada sanitasi khususnya pada penggunaan jamban sehat, saat ini memang masih menjadi masalah serius di banyak negara berkembang, seperti Indonesia. Masih tingginya angka buang air besar pada sebarang tempat atau open defecation, menjadi salah satu indikator rendahnya akses ini. Sanitasi sesuai nomenklatur MDGs adalah pembuangan tinja. Termasuk dalam pengertian ini  meliputi jenis pemakaian atau penggunaan tempat buang air besar, jenis kloset yang digunakan dan jenis tempat pembuangan akhir tinja. Adapun dampak buruk dari BAB pada sembarang tempat adalah penularan penyakit, mengingat adanya transmisi penyakit dari tinja. Berbagai penyakit menular seperti hepatitis A, polio, kholera, dan lainnya merupakan penyakit yang terkait dengan akses penyediaan jamban. Dan sebagai salah satu indikator utama terjadinya pencemaran karena tinja ini adalah bakteri E.Coli. Diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya proses penularan penyakit antara lain kuman penyebab penyakit, sumber infeksi (reservoir) dari kuman penyebab, cara keluar dari sumber, cara berpindah dari sumber ke inang (host) baru yang potensial, cara masuk ke inang yang baru, serta inang yang peka (susceptible). Sedangkan proses pemindahan kuman penyakit dari tinja sampai inang baru dapat melalui berbagai perantara, antara lain air, tanah, makanan, tangan, atau serangga. Fungsi jamban dari aspek kesehatan lingkungan antara lain dapat mencegah berkembangnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh kotoran manusia. Sementara dampak serius membuang kotoran di sembarang tempat menyebabkan pencemaran tanah, air dan udara karena menimbulkan bau. Pembuangan tinja yang tidak dikelola dengan baik berdampak mengkawatirkan terutama pada kesehatan dan kualitas air untuk rumah tangga maupun keperluan komersial. Jamban Keluarga Jamban merupakan fasilitas atau sarana pembuangan tinja. Menurut Kusnoputranto (1997), pengertian jamban keluarga adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab suatu penyakit serta tidak mengotori permukaan. Sedangkan pengertian lain menyebutkan bahwa pengertian jamban adalah pengumpulan kotoran manusia disuatu tempat sehingga tidak menyebabkan bibit penyakit yang ada pada kotoran manusia dan mengganggu estetika. Pemanfaatan jamban keluarga sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan kebiasaan masyarakat. Tujuan program JAGA (jamban keluarga) yaitu tidak membuang tinja ditempat terbuka melainkan membangun jamban untuk diri sendiri dan keluarga. Penggunaan jamban yang baik adalah kotoran yang masuk hendaknya disiram dengan air yang cukup, hal ini selalu dikerjakan sehabis buang tinja sehingga kotoran tidak tampak lagi. Secara periodic Bowl, leher angsa dan lantai jamban digunakan dan dipelihara dengan baik, sedangkan pada jamban cemplung lubang harus selalu ditutup jika jamban tidak digunakan lagi, agar tidak kemasukan benda-benda lain. Faktor terpenting lain yang harus diperhatikan adalah dalam menentukan jarak jamban dan sumber air bersih, disarankan 10 meter agar air bersih tidak terkontaminasi. Pemeliharaan jamban keluarga sehat yang baik adalah lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air, bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang  jamban selalu dalam keadaan bersih, didalam jamban tidak ada kotoran terlihat, tidak ada serangga (kecoa, lalat) dan tikus berkeliaran, tersedia alat pembersih dan bila ada kerusakan segera diperbaiki. Manfaat dan Fungsi Jamban Keluarga Jamban berfungsi sebagai pengisolasi tinja dari lingkungan. Jamban yang baik dan memenuhi syarat kesehatan akan menjamin beberapa hal, yaitu: Melindungi kesehatan masyarkat dari penyakit; Melindungi dari gangguan estetika, bau dan penggunaan saran yang aman; Bukan tempat berkembangnya serangga sebagai vektor penyakit; Melindungi pencemaran pada penyediaan air bersih dan lingkungan . Jamban Komunal Pada kawasan padat penduduk, aspek kesehatan masyarakat kerap dipertaruhkan. Jangankan memikirkan rumah yang sehat, jarak antara jamban dan pusat air bersih pun tidak terpikirkan. Jelas, kondisi ini berpengaruh buruk pada kesehatan dan berpotensi menimbulkan penyakit seperti diare. Maka sanitasi difokuskan pada ketersediaan jamban dan penyediaan air bersih. Dua hal ini sangat berkaitan dengan potensi timbulnya penyakit di musim panas, seperti diare, demam berdarah, thypus dan infeksi saluran pernafasan. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi. Misalnya saja, ada orang yang BAB di sungai. Ketika air sungai mengering pada musim panas, kuman dan bakteri pada tinja berpotensi menyebarkan penyakit. Solusi agar masyarakat tidak BAB di sungai adalah dengan membangun jamban komunal. Misalnya untuk 10 keluarga jambannya di satu tempat begitu seterusnya. Namun, jamban komunal ini pada prakteknya tidaklah mudah. Masyarakat harus memiliki komitmen kuat untuk terus menjaga keberlangsungan jamban dalam jangka waktu panjang. Pertimbangan tempat yang akan dijadikan jamban komunal, lalu bagaimana pengelolaannya, juga jalur septictanknya dimana, iuran perawatannya seperti apa. Belum lagi ada warga yang suka kebersihan tapi ada juga yang tidak peduli.  Permasalahan jamban komunal memang sangat kompleks. Pembangunan Jamban Komunal dimaksudkan untuk tujuan; Mengurangi pencemaran air dan tanah yang menimbulkan dampak yang luas bagi masyarakat sekitar; Menyediakan sarana dasar dasar sanitasi yang layak bagi masyarakat sesuai dengan tujuan MDG’s; Meningkatnya kesadaran masyarakat  untuk peduli terhadap kesehatan sanitasi lingkungan; Mencegah penyebaran penyakit terutama kolera akibat pembuangan tinja di sembarang tempat. Sebagai penutup diharapkan untuk menumbuhkan kesadaran dari dalam diri masyarakat untuk untuk selalu menggunakan jamban yang sehat tidak merusak lingkungan dan pencemarannya. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai sanitasi lingkungan. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka perilaku masyarakat untuk menggunakan jamban  yang sehat tidak optimal selain itu  mengingat salahsatu butir dari 8 butir tujuan pembangunan millennium (Millenium Development Goals) adalah memastikan kelestarian lingkungan hidup dengan upaya untuk memberikan sanitasi yang layak bagi masyarakat. (Dari berbagai referensi dan sumber yang terpercaya)

Radiasi dan Kesehatan

Secara alami, setiap hari manusia terpapar radiasi. Radiasi adalah energi yang terpancar dari materi (atom) dalam bentuk partikel atau gelombang. Berdasarkan kemampuan dalam melakukan ionisasi, radiasi dapat dibedakan menjadi radiasi pengion dan radiasi non pengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang jika menumbuk atau menabrak sesuatu, akan muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion (ionisasi). Radiasi non-pengion adalah radiasi yang tidak dapat menimbulkan ionisasi. Apa saja sumber dan jenis radiasi? Sumber radiasi di lingkungan secara alami dapat berasal dari sinar kosmik (angkasa luar) dan peluruhan radioaktif di permukaan bumi. Atmosfer bumi dapat mengurangi radiasi kosmik yang diterima oleh manusia. Tingkat radiasi dari sumber kosmik ini bergantung kepada ketinggian, yaitu radiasi yang diterima akan semakin besar apabila posisinya semakin tinggi. Radiasi di permukaan bumi berasal dari zat radioaktif yang sudah ada sejak awal terbentuknya bumi dan tersimpan di lapisan kerak bumi. Pada saat meluruh, zat radioaktif tersebut menghasilkan energi atau radiasi berupa partikel alpha dan beta, serta sinar (atau gelombang) gamma. Gas radon merupakan sumber radiasi alpha yang paling banyak di alam dan terbesar yang diterima manusia. Apa dampak radiasi terhadap manusia? Paparan radiasi pada tubuh manusia dapat mengionisasi molekul atau sel dan efek pada tubuh manusia akibat terpapar radiasi bergantung pada dosis radiasi yang diterima. Menurut Badan peneliti radiasi PBB (UNSCEAR), rata-rata dosis efektif radiasi per tahun yang diterima manusia dari alam adalah 2,4 mSv, terdiri dari radiasi kosmik (0,4 mSv), gamma (0,5 mSv), radon (1,2 mSv) dan radiasi internal (0,3 mSv). Pada paparan akut dengan dosis tinggi, efek radiasi dapat menyebabkan kematian sel, gangguan fungsi jaringan dan organ tubuh, bahkan kematian, hal ini disebut dengan efek deterministik. Radiasi juga menyebabkan terbentuknya sel baru yang tidak normal dan berpotensi kanker pada individu yang terpapar atau penyakit yang diturunkan pada keturunan, hal ini disebut dengan efek stokastik. Badan energi nuklir dunia (IAEA) menggolongkan radiasi sebagai zat karsinogenik, artinya radiasi pada dosis serendah berapa pun yang diterima manusia akan menyebabkan efek terhadap sel dan jaringan yang berpotensi kanker. Target organ paparan gas radon adalah sel epitel paru, sehingga dampak kesehatan akibat paparan gas radon adalah kanker paru. Namun tubuh manusia memiliki kemampuan mentoleransi paparan radiasi dan radioaktivitas yang ada di alam. Bagaimana cara mengukur radiasi? Badan kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan batas referensi paparan radon di udara pemukiman yang tidak menimbulkan efek kesehatan sebesar maksimal 100 Bq/m3. Pada wilayah khusus yang memiliki radiasi latar belakang tinggi (High Background Radiation Area, HBRA) direkomendasikan batas referensi paparan radon di udara pemukiman yang tidak menimbulkan efek kesehatan maksimal 300 Bq/m3 (atau setara dengan 10 mSv/tahun). Pengukuran radon dan radiasi gamma lingkungan mudah dilakukan, tetapi memerlukan prosedur standar untuk menjamin akurasi dan presisi dari suatu pengukuran. Pengukuran radon bisa dilakukan pada jangka pendek dan juga jangka panjang tetapi pengukuran radon secara terus menerus dalam jangka panjang lebih dapat diandalkan. Untuk radiasi gamma pengukuran sesaat bisa dipakai untuk memperkirakan dosis radiasi yang diterima dalam setahun.